RADAR SIDOARJO - Sebanyak 1.400 warga binaan di Rutan Kelas I Surabaya, Medaeng, Waru, Sidoarjo, menjalani tes urine secara mendadak. Hasilnya, seluruh warga binaan dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.
Selain tes urine, petugas juga menggelar penggeledahan serentak di blok hunian A, B, C, dan D. Dari kegiatan tersebut, ditemukan sejumlah barang terlarang, seperti kabel, baterai, charger ponsel, alat cukur, hingga pemotong kuku.
Baca Juga: Satu Napi Kasus Asusila di Rutan Medaeng Sidoarjo Dapat Remisi, Ini Alasannya
Kegiatan ini dipimpin langsung Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Hengki Giantoro, sebagai bagian dari penguatan pengawasan sekaligus komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan tertib.
Hengki menjelaskan, tes urine dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di dalam rutan. Sementara itu, penggeledahan bertujuan memastikan tidak ada barang-barang yang dapat mengganggu keamanan.
Baca Juga: Tahanan Kasus Demonstrasi Meninggal Mendadak di Rutan Medaeng Sidoarjo, Diduga Ini Penyebabnya
“Tes urine dan penggeledahan ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah konkret untuk menjaga integritas dan keamanan rutan. Kami berkomitmen mewujudkan lingkungan yang bersih dari halinar,” tegasnya, Selasa (7/4).
Ia menambahkan, operasi tersebut juga melibatkan unsur TNI dan Polri guna memastikan pelaksanaan berjalan maksimal dan menyeluruh, khususnya di kamar hunian warga binaan.
Baca Juga: Rutan Medaeng Sidoarjo Gelar Razia Mendadak, Ini Barang Terlarang yang Ditemukan
Kegiatan ini merupakan rangkaian menjelang peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, sekaligus bentuk komitmen Rutan Surabaya dalam memberantas halinar, yakni handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba.
Menurut Hengki, penggeledahan seperti ini bukan hal baru, melainkan agenda rutin yang dilakukan secara berkala untuk menjaga kondisi rutan tetap kondusif. “Ini bagian dari upaya preventif agar blok hunian tetap aman, tertib, dan terkendali,” imbuhnya.
Ia menegaskan, lingkungan yang bersih dan aman menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas layanan pemasyarakatan, baik dari sisi pembinaan, kesehatan, maupun layanan kunjungan bagi warga binaan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista