RADAR SIDOARJO - Warga Dusun Tambak Tengah, Kelurahan Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Sidoarjo dibuat heboh. Pasalnya, seorang bocah laki-laki berusia lima tahun, ditemukan meninggal dunia tenggelam di sungai tepat di depan rumahnya pada Minggu (14/9) malam, setelah sempat dilaporkan hilang sejak siang hari.
Korban diketahui bernama Raduha Dafan Dasendrya, yang masih duduk di bangku sekolah Taman Kanak-Kanak (TK A). Korban merupakan buah hati dari pasangan Misdi dan Oktaviana Lestari.
Ketua RT setempat, Parjono, mengungkapkan, jasad korban ditemukan setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam oleh tim gabungan bersama warga.
“Pencarian dilakukan di sungai depan rumah korban sejak sore. Sekitar pukul 20.30 akhirnya korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.
Informasi yang dihimpun menyebut, korban yang masih duduk di bangku TK A itu semula bermain di tepi sungai bersama kakaknya, Azzam Achmad Firmansyah, 8 tahun. Saat itu, Dafan meminta kakaknya mencarikan kepiting kecil (yuyu), namun sang kakak menolak dan memintanya pulang.
Ajakan tersebut tidak dihiraukan. Kakaknya pun pulang lebih dulu, meninggalkan Dafan seorang diri di pinggir sungai. Diduga, saat itulah korban terpeleset dan tercebur tanpa ada yang mengetahui.
Hingga pukul 16.00, Dafan tak kunjung kembali ke rumah. Sang ibu, Oktaviana Lestari, panik dan langsung mencari tahu pada kakaknya, namun dijawab tidak tahu.
Keluarga kemudian melapor kepada perangkat desa dan polisi, hingga dilakukan pencarian. Rekaman CCTV milik warga turut memperlihatkan korban terakhir kali berada di sekitar tepi sungai.
Kapolsek Krian Kompol IGP Atmagiri membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan anak hilang pada sore hari. Setelah dicek CCTV, korban terlihat berada di seputaran sungai.
"Pencarian dilakukan oleh BPBD Sidoarjo bersama relawan dan warga, hingga akhirnya sekitar pukul 20.30 korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” terangnya.
Jenazah bocah malang itu dievakuasi ke RSUD Sidoarjo Barat, Krian, untuk dilakukan visum. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos biru dongker dan celana pendek coklat.
Lebih lanjut, polisi akan melakukan otopsi untuk memastikan penyebab kematian, namun keluarga menolak dan menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah.
Tangis keluarga pecah saat jasad Dafan dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan. Dugaan sementara, korban meninggal karena terpeleset dan tenggelam saat bermain di tepi sungai tanpa pengawasan. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto