RADAR SIDOARJO - Upaya eksekusi sebuah lahan di Jalan Gajah Putih, Desa Tambakoso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Rabu (18/6) berlangsung memanas. Aparat dan ribuan massa yang ingin mempertahankan tanahnya nyaris terlibat bentrok.
Aksi saling dorong antara petugas keamanan dan massa mengiringi proses pengosongan lahan tersebut. Kericuhan terjadi saat juru sita Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo datang.
Salah satu massa aksi, Hartono mengatakan, pihaknya bersama ribuan massa lainnya berkumpul untuk menghadang rencana eksekusi lahan yang akan dilakukan oleh PN Sidoarjo.
"Kami sudah berkumpul sejak pagi tadi. Teman-teman hanya ingin mempertahankan tanah miliknya," ujarnya ke Radar Sidoarjo.
Untuk menghalau dan bentuk protes mereka terhadap penegakkan hukum yang tidak adil bagi mereka. Ribuan massa membakar ban bekas dan menimbulkan asap hitam pekat membumbung ke atas.
Sejumlah banner terpampang memenuhi pagar yang berada di depan lahan. Tulisannya
'Tolak Eksekusi Tanah Tambakoso, 'Selamatkan Kami dari Korban Permainan Mafia Tanah, Brantas Mafia Tanah, Tolak Eksekusi Usut Tuntas Mafia Tanah'.
Hingga berita ini diturunkan, upaya evakuasi masih berlangsung. Namun, mendapat penghadangan dari ribuan massa aksi yang semakin banyak berkumpul. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto