RADAR SIDOARJO - Mantan Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019–2024, Kusnadi, ternyata tidak diculik. Ia mengaku ikut dengan tiga temannya untuk mencari pengobatan alternatif di Kabupaten Pamekasan, Madura.
Hal itu disampaikan Kusnadi saat klarifikasi di Polsek Balongbendo Sidoarjo, Senin (9/6) sore sekitar pukul 17.00. Pria yang juga pernah menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyampaikan bahwa dirinya mengidap kanker getah bening stadium 3B.
"Saya ini kena kanker getah bening dan saya sudah 17 kali kemo, sudah hampir dua tahun saya kena kanker, jadi rasanya bosan," ujar Kusnadi dihadapan Kapolsek Balongbendo.
Karena itu, Kusnadi memutuskan untuk mencari pengobatan alternatif ke Pamekasan, Madura bersama tiga temannya itu. Berangkatlah mereka ke Madura pada Rabu (4/6).
"Saya minta dicarikan suwuk (do'a) dari kyai di sana. Dan saya di sana (Madura, red) tinggal di pesantren," ungkapnya.
Ia menyebut, saat di Madura ponselnya sempat ketinggalan di jok mobil milik temannya dan baterainya habis. Sehingga ia tidak bisa menghubungi keluarganya, tapi ia mengaku salah.
"Saya tidak diculik, saya tidak melarikan diri, saya tidak hilang, saya tidak menghilang, saya juga tidak dianiaya, malah di sana itu dikasih makan sate dikasih makan gulai pas lebaran haji," imbuhnya sambil tertawa kecil.
Dengan demikian, ia memohon maaf kepada seluruh masyarakat dan media, karena sempat membuat kegaduhan. Kedatangannya ke Polsek Balongbendo, tak lain juga untuk mencabut laporan hilang.
Setelah hendak kembali ke Sidoarjo, ia mengatakan, sempat dibawakan air, minyak dan salep dari Madura untuk penyembuhan penyakitnya. "Kalau saya udah menjelang harus kemo lagi, maka ini semua (tubuh, red) gatal," keluhnya.
Menurutnya, tiga orang yang mengajaknya pergi ke Madura merupakan teman satu organisasi kemahasiswaan saat di kampus dulu. "Ya kenal, bukan baru kemarin saja. Mereka dalam satu organisasi kemahasiswaan yang sama," terangnya.
Lebih lanjut lagi, kata Kusnadi, temannya tersebut memang sering menginap di peternakannya. Mereka sering berkunjung ke peternakan Kusnadi sembari survei lokasi untuk membuka Warung Madura.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kusnadi dilaporkan hilang selama lima hari sejak Rabu (4/6). Kabar hilangnya Kusnadi viral di media sosial. Kusnadi dilaporkan hilang setelah dijemput tiga orang tak dikenal menggunakan mobil.
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Senin (9/6), Kusnadi sudah ditemukan oleh warga di Madura. Kemudian, Kusnadi dijemput oleh anak-anaknya dan dibawa pulang ke Sidoarjo. (dik/gun)
Editor : Guntur Irianto