SIDOARJO - Operasi Keselamatan Semeru 2025 resmi dimulai Senin (10/2). Polresta Sidoarjo melaksanakan operasi ini dengan lebih menitikberatkan pada kegiatan yang bersifat preemtif dan preventif. Meski begitu penindakan juga tetap diberlakukan pada pelanggaran kasat mata dan fatalitas. Meski begitu, penindakan akan lebih dimaksimalkan untuk ETLE.
Plt Bupati Sidoarjo Subandi, yang hadir pada apel Gelar pasukan Operasi Keselamatan Semeru ini meminta masyarakat Sidoarjo untuk tertib berlalu lintas. Ia berpesan pada orang tua di Sidoarjo agar tidak memperbolehkan anaknya yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk berkendara.
"Kalau anak kita belum memiliki SIM jangan berkendara. Apalagi nanti akan ada sosialisasi di sekolah-sekolah. Ini untuk keselamatan anak kita," ujarnya.
Ia mengatakan, kecelakaan salah satunya disebabkan oleh infrastruktur jalan yang kurang memadai. Ia mengakui jika beberapa jalan di wilayah Sidoarjo mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi.
"Sesuai apa yang disampaikan pak Kapolresta Sidoarjo. Curah hujan tinggi membuat banyak jalan berlubang ini juga menjadi penyebab kecelakaan. Kami akan lakukan pembenahan-pembenahan untuk jalan ini," terangnya.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing mengungkapkan, Operasi Keselamatan Semeru ini digelar untuk cipta kondisi jelang Hari Raya Idul Fitri. Sebanyak 307 personel dikerahkan untuk melaksanakan edukasi dan penindakan selama operasi berlangsung. "Kami mengimbau dna terus mengedukasi masyarakat terkait keselamatan berlalu lintas," katanya. (gun)
Editor : Guntur Irianto