SIDOARJO - Dilan Choirudin (DC) warga Kecamatan Klojen, Kota Malang babak belur. Pria 30 tahun tersebut sempat dihajar warga karena ulahnya melempari batu ke arah kendaraan yang melintas pada Sabtu (17/8) malam sekitar pukul 22.30.
TKP-Nya berada di Jalan Raya Mangun Diprojo, tepatnya di sekitar PT Japfa Comfeed, Kecamatan Buduran. Warga yang geregetan, menghajar pelaku hingga bonyok.
Karena sebelumnya terduga pelaku melakukan aksi yang meresahkan warga maupun pengendara. Dia mencoba memberhentikan pengendara yang melintas dan hendak membacoknya.
Postingan tersebut viral di Instagram @sorot.xxxxxxxx yang menyebutkan, bahwa ''kecekel jagoan jalanan guys, sekitaran Japfa Comfeed Buduran. Infonya pelaku mencoba memberhentikan para pengendara yang melintas dan hendak membacok. Beruntung tidak ada korban".
"Akhirnya tahu maksudnya, semalam lewat bawa mobil orang itu berdiri di tengah trotoar sambil ngomel gak jelas dan mau memberhentikan mobil dengan mengacungkan tangannya," tulis akun Instagram @mirip_xxx.
"Aku mau lewat kunu tak kiro onok karnaval rame-rame. Info wong nak lokasi nyawat mobil sampek pecah kocone trs dimasa. Mendalami karakter jaman biyen pas perang paling," kata @umarxxx.
Menanggapi hal tersebut, dikonfirmasi Minggu (18/8), Kapolsek Buduran Kompol Heri Setyo Susanto membantah bahwa terduga pelaku merupakan penjahat jalanan dan hendak membacok warga.
"Diduga yang bersangkutan depresi dan melempar lempar batu ke arah pengendara yang melintas," ungkapnya.
Semula anggota piket Polsek Buduran didatangi oleh warga dengan membawa pelaku di Polsek Buduran untuk menghindari amukan massa yang semakin tidak terbendung.
Berdasarkan informasi dari saksi, terduga pelaku melakukan pelemparan batu ke arah pengendara yang melintas di Jalan Raya Buduran. Hal tersebut mengakibatkan kemacetan dan mengganggu ketertiban umum.
Karena geram atas ulahnya, warga menghajar terduga pelaku hingga babak belur dan selanjutnya dievakuasi ke Polsek Buduran untuk diamankan. Setelah dilakukan interogasi, diduga pelaku mengalami depresi.
Menurut Heri, dari hasil keterangan saksi, pihaknya mendatangi TKP dan ternyata tidak ada saksi lain. Hingga saat ini masih belum ada warga yang melapor atas kejadian pengerusakan atau pelemparan batu tersebut. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista