SIDOARJO - Sosok perempuan LC (Ladies Companion) yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar kosnya lantai 3 no 113, di Banjarpoh, Desa Banjarbendo, Kecamatan Sidoarjo, Minggu (4/8), ternyata dikenal sebagai pribadi yang baik.
Di sisi lain, perempuan cantik bernama Tyar Aprilia Anindita, 24, itu tinggal seorang diri di Sidoarjo. Perempuan asal Dusun Klanjuh Daye, Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut diduga tewas di tangan kekasihnya.
Hal itu diungkapkan oleh rekan korban, Nova pada Rabu (7/8). Dia mengatakan, korban dikenal sebagai pribadi yang baik di lingkungan keluarga maupun teman-temannya.
"Alhamdulillah anaknya (korban, red) baik banget, sopan, suka menolong teman dan dulu sekolahnya berprestasi," ujarnya kepada Radar Sidoarjo.
Menurutnya, almarhumah Tyar juga dikenal sebagai sosok yang ringan tangan. Karena jika teman-temannya membutuhkan bantuan, Tyar tak pernah menolak untuk dimintai pertolongan.
"Iya, pasti dibantu sama dia, tidak pernah menolak. Kita temenan sejak SMP, satu kampung di NTB. Semenjak sama-sama di Sidoarjo jarang ketemu," ungkapnya.
Lebih lanjut, masih kata perempuan 25 tahun itu, korban juga dikenal sebagai orang yang periang. Tak jarang, teman-temannya kerap terhibur dengan perilaku korban.
Sebelumnya, korban beberapa kali berkunjung ke rumahnya. Mendengar kabar diduga pembunuhan tersebut, dia shock, karena diketahui korban sosok yang bucin (budak cinta) dengan kekasihnya tersebut.
"Shock banget si, soalnya gak nyangka apalagi dia bucin banget sama pacarnya itu," paparnya.
Bahkan, korban kerap membagikan unggahan melalui story WA maupun Instagram ketika sedang bersama dengan kekasihnya itu.
"Yang saya tau si cuma beberapa bulan ini Tyar sering buat story sama pacarnya. Tapi saya gatau sejak kapan mereka pacaran," imbuhnya.
Dengan adanya kasus tersebut, dia berharap polisi menindak tegas terhadap pelaku yang melakukan aksi keji itu. Dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Karena yang kita ketahui, almarhumah Tyar merupakan orang jauh dan tidak punya keluarga di sini. Semoga kepolisian menindak tegas masalah ini," tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista