SIDOARJO - MRA, 17, dan AP, 16, warga Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik bernasib apes. Kedua remaja tersebut sempat dihajar anggota klub motor dan diteriaki maling, pada Minggu, 12 Mei 2024.
TKP-nya berada di Jalan Raya Jrebeng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Krian. Tepatnya di depan Milano Futsal. Warga yang mendengar teriakan 'maling', lantas menelanjangi pelaku, namun tidak menghajarnya.
Karena sebelumnya diduga sebagai pelaku pencurian, warga menelanjangi kedua remaja tersebut agar tidak melarikan diri. Hingga akhirnya polisi datang untuk mengamankannya.
Sebuah video berdurasi 34 detik viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat dua remaja telah ditelanjangi warga hingga keduanya digiring masuk ke dalam mobil patroli Polsek Krian.
Saat dikonfirmasi Kamis, 16 Mei 2024, warga sekitar Agus mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi. Namun, dirinya melihat kerumunan warga yang berada di sekitar lokasi.
"Taunya ramai-ramai, katanya ada maling yang ketangkap. Tapi tidak tahu maling apa," ujarnya.
Menurut pria itu, dia mengetahui kejadian itu saat dirinya hendak pulang dan kebetulan melintas jalan tersebut. Sepengetahuannya kejadian itu terjadi sekitar pukul 03.00.
"Lalu langsung diamankan mobil patroli polisi," ungkapnya.
Sementara itu, Kapolsek Krian Kompol Daky Dzul Qornain melalui Kanit Reskrim Polsek Krian AKP Aman Prasetyo mengatakan, bermula saat pihaknya mendapat laporan dari warga mengenai terduga pelaku pencurian tertangkap.
Baca Juga: Maling Nekat Gasak Honda Beat di Waru Sidoarjo, Begini Kecurigaan Pemilik
Mendapati hal itu, anggota Polsek Krian bergerak cepat menuju ke lokasi kejadian untuk mengamankan dua remaja tersebut. Sesampainya di lokasi kejadian, pihaknya mengamankan kedua remaja yang sudah dalam keadaan telanjang itu ke dalam mobil polisi.
"Keduanya lalu dibawa ke RSUD Sidoarjo Barat untuk mendapatkan perawatan," ujarnya, Kamis (16/5).
Untuk mendalami kasus tersebut, anggota Polsek Krian yang berada di TKP langsung melakukan penyelidikan dengan mencari korban beserta barang bukti dan menanyakan siapa korban dalam kejadian tersebut.
Akan tetapi saat bertanya kepada warga, tidak ada yang mengaku sebagai korban dan tidak ada warga yang melaporkan kehilangan barang maupun barang yang mau dicuri. Tidak sampai disitu, sampai saat ini tidak ada yang melapor ke Polsek Krian.
Oleh karena itu, polisi menghubungi keluarga korban untuk datang ke RSUD Sidoarjo Barat. Tidak selang lama, anggota keluarga beserta saksi datang ke RSUD untuk melihat kondisi korban.
Pada akhirnya, saksi yang saat itu bersama kedua korban menceritakan kejadian yang sebenarnya dia alami. Usut punya usut, sebelumnya kedua korban bersama dengan dua rekannya usai berkumpul untuk pesta miras.
Selanjutnya, kedua korban saling berboncengan mengendarai Supra X dan dua rekannya berboncengan mengendarai Honda Vario. Mereka berempat pergi ke Bypass Krian dengan tujuan untuk melihat balap motor atau biasa yang disebut herex.
Sesampainya di simpang empat Legundi, kelompok korban bertemu dengan club motor. Tanpa sebab yang pasti akhirnya terjadi gesekan antara kelompok korban dan club motor.
Sehingga, sempat terlibat kejar-kejaran, karena kalah jumlah, korban bersama rekannya berusaha menghindar. Sementara, rekan korban yang mengendarai Honda Vario berhasil meloloskan diri dari kejaran.
Sedangkan, korban yang mengendarai Honda Supra X berhasil dicegat dan dihentikan oleh club motor itu di TKP. Ironisnya, korban dipukuli oleh para anggota club motor dan diteriaki 'maling'.
Mendengar teriakan 'maling', warga dan pengendara yang melintas menelanjangi kedua remaja tersebut. Namun, tidak dipukuli oleh massa. Usai memancing amarah warga, para anggota club motor tersebut meninggalkan lokasi kejadian. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista