Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Sidoarjo, kebakaran terjadi diduga disebabkan adanya kebocoran gas di dalam pabrik. Meski begitu, dari 1.000 meter persegi luas bangunan, hanya 250 meter persegi yang terbakar.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30. Sedikitnya ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi kejadian yang berasal dari Posko Waru dan Posko Buduran. Kerugian ditaksir dapat mencapai Rp 500 juta.
"Terkait itu, kami masih belum mendapat laporannya. Namun akan kami tanyakan kepada petugas piket," kata Kanit Reskrim Polsek Gedangan Ipda Roni Endratmoko, saat dikonfirmasi Radar Sidoarjo.
Sebelumnya, sebuah rumah warga di Jalan Raya Sono Indah I, Desa Sidokerto RT 02/RW 05 Kecamatan Buduran terbakar, Selasa (7/9) malam. Akibat peristiwa itu, rumah milik Edi Purwanto, 56, itu ludes dilahap si jago merah.
Kapolsek Buduran Kompol Samirin mengatakan, peristiwa bermula saat anak korban, Galih Prasetyo, 27, sedang berada di dalam kamar rumah itu. Saat itu, dia seperti mencium bau asap. Dia lantas mengecek sumber bau asap tersebut.
Galih kemudian mengecek ke dalam rumah dan melihat api sudah berkobar dari dalam kamar adiknya, Fajar Jurniawan. Galih yang saat itu terkejut sontak berteriak meminta bantuan warga. Teriakan korban tersebut mendapat perhatian warga.
"Warga berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun saat itu api cukup sulit dipadamkan," ujar Samirin, Rabu (8/9).
Warga kemudian mengubungi pemadam kebakaran. Tak lama, sekitar dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung berupaya memadamkan api. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan petugas.
Meski begitu, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah barang berharga ikut terbakar. Di antaranya satu unit laptop dan ijazah milik korban hangus terbakar. Kebakaran diduga berasal dari charger HP yang sedang digunakan.
"Kerugian masih belum bisa ditaksir. Namun hingga saat ini masih kami selidiki terkait penyebab pasti kebakaran itu," ujar Samirin. (far/nis) Editor : Vega Dwi Arista