Kapolsek Krian Kompol Mukhlason mengatakan, kegiatan itu merupakan operasi cipta kondisi menjelang ramadan. Personel gabungan dari Polri, TNI dan Satpol PP kemudian bergerak melakukan razia di sejumlah kafe dan lokasi hiburan malam lainnya.
“Hasilnya kami mendapati sejumlah pengelola kafe yang melanggar protokol kesehatan Covid-19,” katanya.
Selain mendapati pengelola kafe yang melanggar, ada pula pemandu karaoke yang juga diciduk petugas. Akibatnya mereka kemudian diangkut petugas ke Polsek Krian untuk didata. Mereka kemudian diberi saksi petugas sesuai pelanggaran yang dilakukan.
Uniknya, saat melakukan razia di salah satu kafe, ada wanita yang berpura-pura pingsan. Petugas kamudian membawa wanita yang belum diketahui identitasnya itu ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, saat berada di rumah sakit, wanita itu justru menghilang tanpa jejak.
“Iya melarikan diri, kami tengarai satu orang tersebut dimungkinkan ada sesuatu yg disembunyikan atau ketakutan,” ujar mantan Kapolsek Ngadiluwih Kediri itu.
Selain menjaing sejumlah lady escort (LC), polisi juga mendapati sejumlah minuman keras. Petugas kemudian menyitanya.
Sementara itu, Ps. Kasubbaghumas Polresta Sidoarjo Ipda Tri Novi Handono menuturkan, jika operasi semacam itu bakal rutin digelar. Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam beribadah puasa saat ramadan.
Pihaknya mengimbau agar para pengelola tempat usaha, kafe maupun tempat hiburan agar menghormati umat muslim yang menjalankan puasa ramadan. “Semua itu demi terwujudnya situasi kamtibmas di Sidoarjo agar selalu aman dan kondusif,” kata Novi. (far/opi)
Editor : Nofilawati Anisa