Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu diketahui saat seorang security dan office boy masuk kerja pagi. Saat itu, gembok pagar dan pintu depan klinik dibuka. Seorang office boy kemudian masuk dan langsung menuju ke lantai dua untuk membersihkan klinik.
Saat naik ke lantai dua, petugas office boy melihat ada yang janggal. Tepatnya di bagian atap plafon lantai dua. Dimana, saat itu nampak mengalami kerusakan. Kejadian itu langsung dilaporkan ke pihak klinik, Devi. Dia lalu naik ke atas untuk melihat atap plafon yang dimaksud.
Saat dicek, rupanya benar. Empat lampu klinik yang seharusnya menempel di plafon tiba-tiba terlihat menggantung. Devi lalu bergegas melihat barang berharga yang ada di dalam klinik. Rupanya benar, uang Rp 50 juta yang ada di laci admin lenyap tak tersisa.
Para pelaku diduga mengambil yang di meja laci dengan cara merusak. Bahkan sebanyak 16 CCTV yang ada nampak tak merekam situasi yang terjadi di atas pukul 00.00. Namun untuk situasi sebelum pukul 00.00, rekaman masih bisa berjalan. Akibatnya korban melapor ke Mapolresta Sidoarjo.
"Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam penyelidikan petugas," kata Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo, Ipda Tri Novi Handono. (far/opi)
Editor : Nofilawati Anisa