Anang menceritakan jika peristiwa itu terjadi pada pukul 00.30. Saat itu anaknya, Fikri Hamzah Firmansyah yang tengah ada di ruang tamu, mendengar ada motor berhenti di depan rumahnya. Tak lama kemudian Fikri mendengar seperti ada bunyi pecahan kaca. "Setelah itu, anak saya langsung keluar dan mendapati mobil saya rusak di bagian kaca belakang," kata Anang kepada Radar Sidoarjo, Senin sore (20/7).
Fikri melihat pelaku kabur ke arah selatan rumahnya. Setelah Anang mengecek bagian dalam mobil, ditemukan satu batu berukuran cukup besar. Batu itu diduga digunakan pelaku saat melempar kaca mobilnya hingga pecah.
Anang menduga jika teror tersebut berkaitan dengan aksi demo beberapa waktu lalu yang terjadi di depan balai Desa Kletek. Namun demikian Anang menyerahkan kasus itu ke Mapolresta Sidoarjo. Mobil itu digunakan sehari-hari untuk mencari nafkah. "Baru tiga tahun yang lalu saya beli, dan sekarang angsurannya masih belum lunas. Itu buat nge-Grab setiap hari," jelasnya.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Novi Tri menuturkan jika korban telah melapor ke Mapolresta Sidoarjo. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. "Perkara ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," jelasnya. (far/nis/opi). Editor : Nofilawati Anisa