"Istilahnya inden. Banyak dari mereka siswa berkebutuhan khusus dari SMP penyelenggara pendidikan inklusif. Ada juga siswa baru untuk TKLB dan SDLB. Secara formal buka pendaftaran memang di bulan ini tanggal 22 Juni - 12 Juli," jelas Kepala SLBN Gedangan, Miseri.
"Di sini merupakan sekolah khusus, sebelum masa pendaftaran juga kita menerima, setelah jadwal itu pun tetap kami terima," imbuhnya.
Artinya, setiap memasuki masa tahun ajaran baru, PPDB di SLBN bisa sampai batas maksimal pada 31 Agustus. "Dimana waktu terakhir data bisa masuk Dapodik. Itu jadwal paling akhir PPDB disini," ungkapnya.
Miseri menjelaskan siswa baru SLBN selain harus disertai surat keterangan dari psikolog, mereka harus menjalani asesmen ulang untuk penempatan. Di kelas apa, di klasifikasi apa, di kelompok mana.
"Data dari psikolog lebih dari bersifat formal. Kemampuan dasar siswa tetap harus kita cek. Mungkin kalau sudah bisa membaca kelompoknya yang sudah bisa baca, yang belum kita kelompokkan tersendiri," urainya.
Selain itu asesmen bertujuan melihat bakat minat untuk pendidikan vokasi. "Anak dilayani sesuai bakat, kemampuannya. Kita ada program khusus yang berkelanjutan. Hambatan pada anak kita carikan solusi. Supaya bisa belajar seperti biasa," katanya.
Setiap tahun, kata Miseri, SLBN Gedangan menerima 30 sampai 50 siswa baru jenjang TK hingga SMA. (rpp/opi)
Editor : Nofilawati Anisa