RADAR SIDOARJO - Di tengah padatnya arus kendaraan, tiga pohon pisang berdiri mencolok di badan Jalan Raya Sadang–Kletek, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jumat (20/2).
Bukan untuk penghijauan, melainkan sebagai tanda bahaya sekaligus simbol protes warga terhadap lubang besar yang disebut telah memicu rentetan kecelakaan, bahkan merenggut nyawa.
Lubang sedalam sekitar 15–20 sentimeter itu menganga di jalur utama yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kerusakan tampak membentang dari sisi utara hingga selatan, dengan sedikitnya tiga titik lubang besar yang sulit terlihat, terutama pada malam hari atau saat tergenang air usai hujan.
Tokoh masyarakat setempat, Setyadi mengatakan kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga karena membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Malam kemarin di sini kejadian tiga laka tunggal akibat lubang ini, yang terakhir meninggal dunia. Sebelumnya dalam semalam bisa terjadi tiga sampai empat kali laka,” ujar dia, Jumat (20/2).
Menurutnya, banyak pengendara tidak menyadari keberadaan lubang besar tersebut. Minimnya penerangan dan genangan air kerap membuat lubang tersamarkan sehingga pengendara terperosok.
Aksi penanaman pohon pisang, lanjut Setyadi, merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap perbaikan jalan yang dinilai tidak maksimal. Ia menyebut, ruas tersebut sebenarnya sempat diperbaiki, namun belum genap dua bulan aspal kembali rusak.
“Kami berharap pemerintah melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Karena ini jalur padat, dari Jemundo sampai Sadang, risikonya tinggi sekali,” tegasnya.
Warga dan pengguna jalan menginginkan penanganan serius di sepanjang jalur tersebut. Perbaikan total dianggap mendesak untuk meminimalkan risiko kecelakaan, mengingat jalan itu menjadi akses vital aktivitas harian masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo Muhammad Makhmud memastikan ruas Kletek–Sukodono telah masuk dalam paket perbaikan prioritas.
“Itu masuk Jalan Kletek–Sukodono, termasuk 25 titik yang bakal diperbaiki bulan ini. Secepatnya kami tangani,” katanya.
Perbaikan tersebut dijadwalkan sebelum Lebaran sebagai bagian dari penanganan 25 titik kerusakan jalan di Sidoarjo.
Pantauan di lokasi, pengendara sepeda motor maupun mobil tampak memperlambat laju kendaraan saat melintasi titik berlubang. Sebagian bahkan mengambil jalur berlawanan secara hati-hati demi menghindari kerusakan kendaraan maupun kecelakaan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista