Warga Binaan Rutan Medaeng Sidoarjo Produktif, Sehari Hasilkan 500 Donat

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:24 WIB
TERAMPIL: Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo melihat aktivitas warga binaan yang mengembangkan keterampilan melalui program pembinaan kemandirian. DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
TERAMPIL: Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo melihat aktivitas warga binaan yang mengembangkan keterampilan melalui program pembinaan kemandirian. DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Tembok penjara tak menghalangi warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng, Waru, Sidoarjo, untuk berkarya dan menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Melalui program pembinaan kemandirian, mereka mengembangkan berbagai keterampilan, mulai dari membuat roti dan donat, memasak nasi bakar, hingga memproduksi sabun cuci piring yang dipasarkan ke masyarakat.

Baca Juga: Razia Rutan Medaeng Sidoarjo, Sejumlah Barang Terlarang Disita

Program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan untuk mengisi waktu selama menjalani masa hukuman. Pembinaan ini juga diharapkan menjadi bekal bagi warga binaan agar mampu mandiri dan mengembangkan usaha setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo mengatakan, pembinaan kemandirian dilaksanakan melalui sejumlah kegiatan kerja yang disesuaikan dengan keterampilan dan potensi warga binaan.

Baca Juga: Dua Hari, Dua Kali Sabu Diselundupkan di Rutan Medaeng Sidoarjo

Saat ini, sekitar 69 warga binaan terlibat dalam berbagai kegiatan tersebut. Bidang yang ditekuni meliputi produksi makanan dan minuman, pembuatan sabun, layanan barbershop, laundry, hingga pekerjaan merapikan komponen produk milik pihak ketiga sebelum dikembalikan kepada perusahaan pemesan.

“Semua itu bertujuan memberikan keterampilan atau skill bagi warga binaan di Rutan Surabaya. Mudah-mudahan dengan adanya pembekalan ini, setelah bebas nanti mereka bisa mengembangkan keterampilannya di luar,” ujar Tristiantoro, Jumat (16/10).

Baca Juga: Istri Selundupkan Sabu di Masakan Bali saat Berkunjung ke Rutan Medaeng Sidoarjo

Salah satu kegiatan yang cukup produktif adalah pembuatan donat. Dalam sehari, warga binaan mampu menghasilkan sekitar 500 donat. Mereka juga memproduksi roti abon, aneka gorengan, dan nasi bakar dengan beragam pilihan lauk.

Produk kuliner tersebut dipasarkan melalui koperasi rutan. Masyarakat di luar rutan juga dapat memesan untuk berbagai keperluan, termasuk acara keluarga dan hajatan.

Baca Juga: Rutan Medaeng Sidoarjo Terima 41 Tahanan Kasus Love Scamming dari Kejari Surabaya

Satu kotak berisi enam donat dijual seharga Rp 30 ribu, sedangkan satu kotak roti abon dibanderol Rp50 ribu. Adapun nasi bakar dipasarkan dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per porsi.

Baca Juga: Kepala Pengamanan Rutan Medaeng Sidoarjo Berganti, Hengki Giantoro Pindah ke Lapas Narkotika Kelas I

Khusus roti abon, produksi dilakukan berdasarkan pesanan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesegaran dan kualitas produk karena daya tahannya terbatas.

Selain kuliner, warga binaan memproduksi sabun cuci piring bermerek Smart Clean Rusabaya. Produk ini dipasarkan ke luar rutan dan banyak dipesan oleh warung makan.

“Untuk bakery dan kuliner dipasarkan di dalam rutan, sedangkan sabun cuci perabotan rumah tangga kami jual ke luar,” jelasnya.

Pembinaan juga mencakup layanan barbershop yang melayani pemotongan rambut warga binaan dan petugas, serta jasa laundry. Warga binaan turut dilibatkan dalam pekerjaan merapikan komponen produk milik pihak ketiga, termasuk pesanan yang berkaitan dengan kebutuhan PT Pindad.

Menurut Tristiantoro, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja dan keterampilan praktis, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi bagi warga binaan. Mereka memperoleh premi atau imbalan atas pekerjaan yang dilakukan.

“Kalau di luar istilahnya gaji, tetapi di sini disebut premi. Mereka mendapatkan penghasilan dari produk yang dihasilkan di dalam rutan,” terangnya.

Masyarakat yang ingin memesan produk buatan warga binaan dapat menghubungi pihak Rutan Kelas I Surabaya melalui WhatsApp atau mengakses akun Instagram resmi @rutan_surabaya.

Tristiantoro berharap, program pembinaan tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri warga binaan sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap mereka. Menurutnya, warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi orang lain meskipun sedang menjalani masa hukuman.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa memotivasi warga binaan sekaligus mengubah stigma negatif masyarakat. Meski sedang menjalani hukuman, kreativitas dan keterampilan mereka tetap bisa kami fasilitasi melalui kegiatan yang positif,” tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Ekonomi Warga Binaan Rutan Medaeng Donat