Mendikdasmen Dorong Penguatan STEM dan Pendidikan Inklusif saat Berkunjung ke Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 15:45 WIB
PENGUATAN: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu
PENGUATAN: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat tengah berada di Sidoarjo, Senin (12/10). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Penguatan kemampuan sains dan teknologi hingga pengembangan pendidikan inklusif menjadi perhatian Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Dia mendorong sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi mereka sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat meresmikan gedung baru SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman atau SD Mumtaz, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Senin (12/10).

Baca Juga: Polwan Jenggala Presisi Polresta Sidoarjo Patroli Sasar Sekolah hingga Perkantoran

Abdul Mu'ti menegaskan, penguatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi salah satu fokus kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kemampuan generasi muda di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

Menurut dia, penguasaan bidang-bidang tersebut penting untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, pengembangan pendidikan perlu dilakukan secara menyeluruh agar peserta didik tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan lain yang mendukung potensi mereka.

Baca Juga: Dishub Bangun 15 Halte Bus Sekolah Gratis di Sidoarjo

Bahkan, dalam pengembangan sekolah nasional terintegrasi, pemerintah turut memasukkan unsur seni (art) dan olahraga (sport) sebagai pelengkap STEM.

"Sehingga anak-anak kita ini memiliki kemampuan di berbagai bidang," ujarnya.

Abdul Mu'ti juga menyoroti pentingnya memberikan kesempatan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan bakat istimewa setiap anak. 

Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 Ayat 4 yang mengatur hak warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa untuk memperoleh pendidikan khusus. 

Selain penguatan STEM, Abdul Mu'ti mengapresiasi pengembangan pendidikan berbasis riset yang dilakukan lingkungan pendidikan Muhammadiyah.

Dia mencontohkan pengembangan SMP berbasis riset yang dinilai mampu menanamkan semangat penelitian, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis kepada siswa sejak dini.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi contoh bahwa pengembangan kualitas pendidikan tidak semata-mata bergantung pada besarnya sumber daya dan pendanaan. 

Komitmen serta kreativitas lembaga pendidikan juga berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang bermutu.

Pemerintah, lanjutnya, mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang selama ini turut mendukung penyediaan layanan pendidikan bagi masyarakat.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah yang senantiasa memberikan dukungan untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat," ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti juga memberikan perhatian terhadap penerapan pendidikan inklusif di lingkungan SD Mumtaz. Sekolah tersebut menjadi salah satu tempat belajar bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Dia menilai, pendidikan inklusif memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terhalang keterbatasan fisik.

Kepercayaan diri dan semangat belajar menjadi hal penting yang perlu terus ditumbuhkan agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat mengembangkan potensi mereka dan mempersiapkan masa depan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
mendikdasmen menteri Siswa Belajar Sekolah