Proyek Jalan Kedungbanteng Baru 16 Persen, Wabup Sidoarjo Minta Kontraktor Tambah Pekerja

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 16:12 WIB
EVALUASI: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak proyek betonisasi Kedungbanteng, Tanggulangin, Rabu (30/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
EVALUASI: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat sidak proyek betonisasi Kedungbanteng, Tanggulangin, Rabu (30/9). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO – Progres proyek peningkatan jalan ruas Kedungbanteng-Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, mendapat perhatian Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Memasuki minggu ke-10, pengerjaan proyek senilai Rp 3,3 miliar itu baru mencapai sekitar 16–18 persen.

Padahal, proyek tersebut ditargetkan rampung pada 18 Desember 2026. Lambannya progres membuat Mimik meminta kontraktor menambah jumlah pekerja agar pengerjaan dapat dipercepat.

Baca Juga: Wabup Mimik Tak Ingin Proyek Rumah Pompa Lippo Sidoarjo Asal Jadi, Minta Kualitas Material Bagus

Hal itu disampaikan Mimik saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek, Rabu (30/9) siang. Selain mengecek progres, ia menemukan sejumlah bagian pekerjaan yang dinilai perlu diperbaiki.

Salah satunya pemasangan box culvert. Menurut Mimik, pemasangan saluran tersebut belum cukup rapi sehingga perlu dibenahi agar fungsi drainase berjalan optimal.

Baca Juga: Pengerjaan Proyek Pasar Taman Sidoarjo Lemot, Wabup Mimik Ancam Putus Kontrak

“SDM-nya harus ditambah, tukangnya harus ditambah. Terus ada beberapa yang harus dibenahi karena pemasangan box culvert ini kurang pas,” ujar Mimik.

Ia juga meminta tiang listrik yang berada di sekitar saluran segera dipindahkan. Keberadaan tiang tersebut dikhawatirkan mengganggu aliran air.

Baca Juga: Ini Progres Terbaru Pembangunan Proyek Flyover Gedangan Sidoarjo

Selain itu, Mimik meminta dilakukan normalisasi sungai serta perbaikan plengsengan di kedua sisi sungai. Menurut dia, pembenahan tidak cukup dilakukan pada salah satu sisi saja.

“Tiang-tiang listrik segera dipindah supaya tidak mengganggu jalannya air. Sungai ini juga perlu dinormalisasi. Plengsengan ini seharusnya dua-duanya, kanan dan kiri,” tegasnya.

Dari hasil pengecekan, Mimik menyebut material yang digunakan dalam proyek telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun, ia tetap meminta kontraktor memperhatikan kerapian dan kepadatan pemasangan.

“Materialnya sudah sesuai SNI, tidak ada masalah. Cuma ini kurang rapat,” jelasnya.

Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah elevasi jalan setelah ditingkatkan. Mimik menemukan sejumlah rumah warga berada lebih rendah dibandingkan permukaan jalan yang sedang dikerjakan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama saat hujan. Air dikhawatirkan mengalir ke permukiman warga.

“Saya tidak tahu perencanaannya kemarin seperti apa, kok bisa peninggian jalan ini sampai 40 sampai 60 sentimeter. Sedangkan rumah warga di sebelah kanan lebih rendah. Ini akan ada permasalahan baru,” katanya.

Karena itu, ia meminta persoalan elevasi segera dicarikan solusi agar tidak merugikan warga. Menurut Mimik, warga kemungkinan perlu melakukan penyesuaian terhadap ketinggian rumah mengikuti elevasi jalan yang baru.

Mimik juga meminta kejelasan mengenai konstruksi beton yang akan digunakan. Mengingat ruas Kedungbanteng merupakan salah satu jalur utama, kualitas konstruksi menjadi perhatian.

“Saya ingin tahu nanti betonnya dilapisi besi atau tidak. Kalau proses cor berjalan, saya ingin diinfo. Saya ingin tahu nanti bawahnya dikasih besi atau tidak,” ujarnya.

Sementara itu, pengawas proyek, Aris, menyampaikan progres pekerjaan saat ini memasuki minggu ke-10 dengan capaian sekitar 16 persen. Proyek peningkatan jalan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp 3,3 miliar yang bersumber dari APBD Sidoarjo.

Pekerjaan dilaksanakan CV Arsyila Jaya Konstruksi dengan target penyelesaian pada 18 Desember 2026. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Pekerja Jalan Wabup Mimik Idayana Proyek