RADAR SIDOARJO - Pembayaran biaya perawatan ratusan korban keracunan massal akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo hingga kini belum menemui titik terang. Biaya perawatan sekitar 748 korban, yang terdiri atas santri dan siswa, masih menunggu pembayaran dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, BGN memastikan seluruh biaya perawatan korban akan ditanggung. Namun, pembayaran masih menunggu proses rekapitulasi nota tagihan dari rumah sakit yang menangani para korban.
Baca Juga: Katanya Dicopot, Kepala SPPG Kalitengah Masih Aktif, Hadir di Rakor MBG Sidoarjo
“Untuk korban yang sekitar 700-an itu sudah kami komunikasikan terus kepada rekan-rekan Dinkes untuk melakukan perekapan nota dari rumah sakit-rumah sakit yang terdampak,” kata Teguh, Senin (28/9).
Menurut Teguh, rekapitulasi menjadi dokumen penting sebelum tagihan diajukan kepada BGN. Tanpa adanya rincian biaya dari rumah sakit, proses pembayaran belum dapat dilakukan.
Baca Juga: 45 Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Kembali ke Rumah Sakit, Efek Keracunan MBG Kambuh
“Pada intinya BGN yang akan menanggung semuanya. Hanya saja kita butuh waktu perekapan nota dari rumah sakit-rumah sakit,” jelasnya.
Teguh mengakui masih ada rumah sakit yang belum menyerahkan seluruh rekapitulasi biaya. Kondisi itu membuat BGN belum dapat memastikan total tagihan yang harus dibayarkan.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Bentuk Satgas MBG, SPPG Bakal Diawasi dari Dapur hingga Pengiriman
“Masih menunggu rekapan. Ada yang masih belum,” ujarnya.
Dia juga belum dapat merinci nominal biaya yang telah terkumpul maupun jumlah tagihan yang sudah diterima BGN. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo masih dilakukan untuk menuntaskan pendataan biaya perawatan seluruh korban.
Baca Juga: Forkopimka Gedangan Sidoarjo Cek SPPG, Pastikan MBG Higienis dan Tepat Sasaran
Terpisah, Bupati Sidoarjo Subandi membenarkan bahwa hingga kini belum ada pembayaran dari BGN untuk biaya perawatan korban keracunan.
“Untuk hari ini masih belum ada pembayaran dari BGN. Kita masih menunggu,” kata Subandi.
Subandi mengatakan, Pemkab Sidoarjo telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) menindaklanjuti persoalan tersebut. Pemkab juga akan kembali mengecek perkembangan proses pembayaran biaya perawatan.
“Coba nanti kita tanyakan kepada Sekda karena sudah kita perintahkan Sekda kemarin. Kalau hari ini belum, nanti kita tanyakan lagi,” tegasnya.
Menurut Subandi, percepatan pembayaran diperlukan karena rumah sakit telah memberikan pelayanan dan perawatan kepada para korban.
“Kasihan rumah sakit-rumah sakit yang kemarin menerima pasien anak-anak kita,” tuturnya.
Sementara itu, terkait total tagihan yang harus dibayarkan BGN, Subandi mengaku belum menerima laporan secara rinci dari pihak terkait.
“Kita masih belum laporan pada kita secara detailnya,” tandasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo