Musim Hujan di Sidoarjo Diprediksi Mundur

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 16:19 WIB
BASAH: Musim hujan di Sidoarjo diprediksi belum akan turun dalam beberapa hari ke depan.
BASAH: Musim hujan di Sidoarjo diprediksi belum akan turun dalam beberapa hari ke depan.

RADAR SIDOARJO - Warga Sidoarjo masih harus bersabar menanti datangnya hujan. Memasuki akhir September, musim kemarau belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan memprediksi awal musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat dari biasanya.

Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat yang berlangsung bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi kedua fenomena itu berpotensi mengurangi curah hujan sekaligus memperpanjang periode kering di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa.

Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca dari BMKG Juanda, Sidoarjo dan Puluhan Wilayah di Jatim Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Restina Wardhani Abisusmita, membenarkan adanya potensi kemunduran awal musim hujan tahun ini.

"Benar musim hujan kali ini mundur tidak seperti biasanya. Berdasarkan prediksi BMKG pusat, fenomena ini dipengaruhi oleh El Niño yang kuat," ujar Restina, Jumat (25/9).

Baca Juga: BMKG Juanda Prediksi Angin Kencang Tiga Hari ke Depan, Warga Sidoarjo Diminta Waspada

Bagi Sidoarjo, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian. Sebab, hingga September sebagian wilayah Jawa Timur masih didominasi musim kemarau. Sementara kepastian waktu masuknya musim hujan secara lebih spesifik di Jawa Timur masih menunggu rilis resmi Stasiun Klimatologi Jawa Timur.

Secara nasional, BMKG memprediksi 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08 persen wilayah Indonesia mengalami awal musim hujan 2026/2027 lebih lambat dibandingkan rata-rata klimatologis. Sebaliknya, hanya 11 ZOM atau 1,12 persen wilayah yang diprediksi memasuki musim hujan lebih cepat dari normal.

Baca Juga: BMKG Juanda Prediksi, Sidoarjo Mulai Masuk Musim Kemarau

Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan baru mulai memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. Sebanyak 185 ZOM diprediksi memasuki musim hujan pada November, sedangkan 266 ZOM lainnya pada Desember. Waktu masuk musim hujan berbeda-beda karena dipengaruhi karakteristik masing-masing wilayah.

Analisis BMKG pada Dasarian I September 2026 menunjukkan El Niño berada pada intensitas sangat kuat. Indeks ENSO tiga bulanan Juli-Agustus-September tercatat sekitar +2,6. Sementara itu, indeks IOD berada pada fase positif. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan.

Baca Juga: Kendalikan Hujan, BMKG Juanda di Sidoarjo Terapkan Modifikasi Cuaca Seperti Ini

Dampaknya tidak hanya pada waktu datangnya hujan. BMKG juga memprediksi durasi musim hujan 2026/2027 di sebagian wilayah Indonesia lebih pendek dibandingkan kondisi normal. Sebanyak 482 ZOM atau sekitar 51,90 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan dengan durasi lebih pendek dari biasanya.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan air perlu menjadi perhatian. Pemerintah daerah, sektor pertanian, dan masyarakat di Sidoarjo perlu mengantisipasi kemungkinan periode kering berlangsung lebih panjang.

BMKG juga mencatat indikasi kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Beberapa titik pengamatan bahkan mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari.

Sebelumnya, Stasiun Klimatologi Jawa Timur memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Timur berpotensi lebih kering. Sebagian besar wilayah Jawa Timur juga diproyeksikan mengalami sifat hujan musim kemarau di bawah normal.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat menjadikan informasi prakiraan musim sebagai dasar untuk melakukan langkah antisipasi. Ketersediaan air, pertanian, kesehatan, hingga potensi kebakaran menjadi sejumlah sektor yang perlu mendapat perhatian selama periode kering masih berlangsung.

Masyarakat Sidoarjo juga diminta tidak langsung menganggap satu kali hujan sebagai tanda dimulainya musim penghujan. Peralihan musim berlangsung bertahap dan waktu masuknya musim hujan dapat berbeda antarwilayah.

Perkembangan cuaca dan informasi musim selanjutnya diimbau terus dipantau melalui kanal resmi BMKG agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
BMKG Kemarau musim penghujan Hujan