Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sidoarjo Bersiap Hadapi Kemarau Lebih Kering, Catat Waktunya

D
Penulis: Diky Putra Sansiri❯
WASPADA: Prakirawan cuaca BMKG Juanda Sidoarjo saat memantau kondisi cuaca. (DOK/RADAR SIDOARJO)
WASPADA: Prakirawan cuaca BMKG Juanda Sidoarjo saat memantau kondisi cuaca. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Advertisement

RADAR SIDOARJO - Kemarau yang lebih kering mulai membayangi Kabupaten Sidoarjo tahun ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya transisi menuju fenomena El Niño dalam beberapa bulan ke depan yang berpotensi menekan curah hujan secara signifikan, sekaligus meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Advertisement

Prakirawan BMKG Juanda Sidoarjo, Rendy Irawadi, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan April 2026 kondisi iklim global masih berada pada fase netral.

Namun, dinamika atmosfer menunjukkan adanya pergeseran menuju El Niño.

Advertisement

“Hingga pertengahan April 2026, indeks ENSO masih berada pada fase netral di angka +0,28. Namun, kami memprediksi akan terjadi transisi menuju El Niño kategori lemah hingga moderat pada periode Mei hingga Juli 2026,” ujar Rendy ke Radar Sidoarjo, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan, dampak paling nyata dari fenomena ini adalah penurunan curah hujan di bawah rata-rata normal.

Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

“Curah hujan di wilayah Sidoarjo diprediksi berada di bawah normal klimatologis, sehingga intensitas hujan akan berkurang dibandingkan tahun 2025. Ini menjadikan musim kemarau 2026 cenderung lebih kering,” jelasnya.

Seiring dengan itu, BMKG juga memetakan sejumlah wilayah di Sidoarjo yang masuk kategori rawan kebakaran berdasarkan sistem Fire Danger Rating System (FDRS). Area dengan dominasi lahan kering dan aktivitas industri menjadi perhatian utama.

“Wilayah yang memiliki indeks kemudahan terbakar tinggi antara lain Kecamatan Krian, Tarik, dan Balongbendo yang didominasi lahan tebu dan lahan kering. Selain itu, kawasan industri dan lahan terbuka di Waru, Buduran, serta Gedangan juga perlu diwaspadai,” terangnya.

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo

Artikel Terkait

BHS Minta BMKG Juanda Sidoarjo Perluas Informasi Cuaca untuk Petani hingga Nelayan

BHS Minta BMKG Juanda Sidoarjo Perluas Informasi Cuaca untuk Petani hingga Nelayan

Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol., saat mengunjungi Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Sidoarjo, Senin (26/10).

Sesar Waru Berpotensi Picu Gempa Magnitudo 6,8, Sidoarjo Perkuat Mitigasi

Sesar Waru Berpotensi Picu Gempa Magnitudo 6,8, Sidoarjo Perkuat Mitigasi

Ancaman gempa bumi dari Sesar Waru tak boleh dipandang sebelah mata. Patahan aktif yang menjadi salah satu sumber gempa terdekat dengan wilayah Sidoarjo itu teridentifikasi berpotensi memicu gempa bumi hingga magnitudo 6

Musim Hujan di Sidoarjo Diprediksi Mundur

Musim Hujan di Sidoarjo Diprediksi Mundur

Warga Sidoarjo masih harus bersabar menanti datangnya hujan. Memasuki akhir September, musim kemarau belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan memprediksi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer