RADAR SIDOARJO - Proyek lanjutan Frontage Road (FR) Sidoarjo kembali dikebut. Setelah sebelumnya terkendala bangunan yang memutus trase jalan, Pemkab Sidoarjo kini melanjutkan pembangunan secara bertahap.
Pengerjaan akan bergeser ke kawasan rumah dinas KAI di Buduran pada akhir September ini. Sebelumnya, pembangunan dari sisi selatan sudah mulai dilakukan, termasuk ruas Jenggolo.
Baca Juga: Frontage Road Buduran Sidoarjo Kembali Digarap Oktober
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud mengatakan, pengerjaan FR dari sisi selatan sudah berjalan. Ruas Jenggolo menjadi salah satu bagian yang tengah dikerjakan.
“Frontage kita sudah mulai kerjakan. Mulai dari selatan ini selesai, Jenggolo. Nanti berikutnya akhir bulan ini akan kerjakan yang di rumah Dinas KAI,” ujar Makhmud, Kamis (24/9).
Baca Juga: DPRD Sidoarjo Desak Frontage Road Tuntas sebelum Flyover Gedangan Dibangun
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya menyambungkan trase FR hingga kawasan Waru. Pemkab Sidoarjo menargetkan konektivitas ruas tersebut semakin panjang dan dapat dimanfaatkan mulai awal tahun depan.
“Ini nanti sudah sampai Waru tembus nanti. Harapanku tahun baru sudah bisa dari Waru ke sini, soalnya kan di sini sudah,” katanya.
Baca Juga: Puluhan Pengendara Lawan Arus di Frontage Road Sidoarjo Kena Tilang ETLE
Untuk mendukung pembangunan tersebut, Pemkab Sidoarjo mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,7 miliar pada 2026.
Makhmud menjelaskan, sejumlah bagian menuju Waru saat ini relatif siap. Namun, masih ada titik yang perlu diselesaikan, salah satunya di kawasan makam Desa Kedungrejo. Ruas yang masih terputus diperkirakan sekitar 250 meter.
Baca Juga: DPRD Sidoarjo Dorong Pembebasan Lahan Makam Waru Terdampak Frontage Road Dituntaskan
“Kalau di Waru itu tinggal sekitar 250-an meter. Tapi ini urgent karena ada di tengah makam,” jelasnya.
Baca Juga: Viral, Besi Penutup Got di Frontage Road Raya Gedangan Sidoarjo Diduga Dicuri
Persoalan lahan di Kedungrejo masih dalam tahap negosiasi dengan warga. Terdapat 13 warga yang masih dikoordinasikan terkait pengadaan lahan. Pemkab Sidoarjo juga berencana melakukan appraisal ulang karena penilaian sebelumnya dilakukan pada 2023.
“Ada respons. Tapi appraisal itu ditawarkan terakhir tahun 2023. Harapan kami appraisal ke warga itu akan kami appraisal ulang,” ungkapnya.
Makhmud memastikan penyelesaian trase FR tetap dikebut. Untuk kawasan Waru, persoalan lahan makam disebut sudah mendapatkan penyelesaian dan kini tinggal menyelesaikan sejumlah administrasi.
Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan penataan lalu lintas di sejumlah titik yang masih menjadi bottleneck, termasuk kawasan Puri Surya Jaya (PSJ).
Rekayasa lalu lintas akan dikaji bersama Dinas Perhubungan setelah Flyover Gedangan rampung. Pemkab Sidoarjo terlebih dahulu menyiapkan infrastruktur jalan yang dibutuhkan.
“Begitu FO Gedangan ini selesai, akan ditata bagaimana. Kami menyiapkan lahan jalannya, nanti untuk rekayasa teknis tanyakan di Dishub,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo