RADAR SIDOARJO - Pembangunan Flyover Gedangan memasuki tahapan lanjutan. Sebanyak 122 bidang lahan yang terdampak proyek jembatan layang tersebut mulai diukur dan dipetakan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.
Pengukuran menjadi tahapan penting sebelum proses pembebasan lahan berlanjut ke penilaian harga tanah atau appraisal. Pemkab Sidoarjo meminta seluruh proses dipercepat agar pembayaran ganti rugi kepada masyarakat tidak mengalami keterlambatan.
Baca Juga: Progres Flyover Gedangan Sidoarjo, Seluruh Lahan dan Bangunan Diklaim Sudah Terdata
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, pengukuran dan pemetaan bidang tanah merupakan bagian penting dalam persiapan pembangunan Flyover Gedangan. Setelah seluruh bidang selesai diukur, proses akan dilanjutkan dengan appraisal.
“Pengukuran bidang tanah menjadi tahapan yang harus segera dituntaskan sebelum masuk proses penilaian harga tanah atau appraisal. Setelah pengukuran dan pemetaan selesai, akan dilanjutkan dengan appraisal. Kami ingin prosesnya dipercepat sehingga pembayaran ganti rugi kepada masyarakat tidak molor,” ujar Subandi, Rabu (9/9).
Baca Juga: DPRD Sidoarjo Desak Frontage Road Tuntas sebelum Flyover Gedangan Dibangun
Di lapangan, petugas BPN bersama Pemkab Sidoarjo melakukan pengukuran secara bertahap dengan menyusuri jalur utama yang masuk dalam kawasan proyek. Pengukuran mencakup sejumlah titik, mulai dari kawasan perempatan hingga sisi utara dan timur yang terdampak pembangunan.
Untuk mendukung pembebasan lahan, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan anggaran Rp 225 miliar melalui APBD 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk proses pembebasan lahan proyek Flyover Gedangan.
Baca Juga: Ini Progres Terbaru Pembangunan Proyek Flyover Gedangan Sidoarjo
Namun, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 450 miliar. Artinya, anggaran yang tersedia pada tahun ini belum mencukupi seluruh kebutuhan pembebasan lahan.
“Dana segitu belum cukup, karena diperkirakan butuh sekitar Rp 450 miliar. Kekurangannya atau kebutuhan dana yang belum terselesaikan tahun ini akan dilanjutkan melalui penganggaran pada 2027,” jelasnya.
Baca Juga: Ini Update Pembangunan Flyover Gedangan Sidoarjo
Pemkab Sidoarjo menargetkan seluruh proses pembebasan lahan dapat dituntaskan pada 2026. Setelah tahapan pengukuran, pemetaan, appraisal, hingga pembayaran ganti rugi selesai, pembangunan fisik Flyover Gedangan ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027.
Baca Juga: DED Rampung, Pemkab Sidoarjo Kejar Pembebasan Lahan Flyover Gedangan
Pembangunan flyover tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Sidoarjo untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Surabaya-Sidoarjo. Kawasan Gedangan selama ini menjadi salah satu titik yang kerap mengalami kemacetan, terutama akibat tingginya volume kendaraan.
Dengan dimulainya pengukuran 122 bidang lahan, Pemkab Sidoarjo berharap proses pembebasan lahan segera berlanjut ke tahap appraisal dan pembayaran ganti rugi. Dengan begitu, pembangunan fisik flyover dapat dimulai sesuai target pada 2027.
“Pembebasan lahan tuntas pada 2026, kemudian pembangunan fisik dimulai tahun 2027,” tegasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo