RADAR SIDOARJO - Belasan tahun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, ratusan warga terdampak lumpur Lapindo di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, akhirnya mendapat bantuan air bersih.
Sebanyak sekitar 8.000 liter air bersih disalurkan Sat Brimob Polda Jatim kepada warga yang tinggal di sekitar tanggul penahan lumpur, Selasa (8/9).
Baca Juga: Polresta Sidoarjo Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih dan Gelar Layanan Gratis
Bantuan tersebut menyasar warga RT 11 hingga RT 16 RW III Desa Gempolsari. Warga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak semburan lumpur Lapindo terjadi pada 2006.
Kepala Desa Gempolsari Ali Murtadho mengatakan, kondisi air sumur warga semakin parah sejak sekitar 2009. Air sumur yang berada di sekitar tanggul disebut sudah tidak layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Warga Gempolsari Masih Krisis Air Bersih, Bupati Sidoarjo Siapkan Bantuan Tangki PDAM
"Sejak muncul semburan, sumur warga tercemar dan tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Selama ini mereka harus membeli air bersih dari pengecer untuk memenuhi kebutuhan," kata Ali.
Menurut dia, kondisi air sumur warga mengalami perubahan warna, rasa, dan bau. Air berwarna kuning, terasa asin, serta mengeluarkan aroma tidak sedap.
Baca Juga: 5 Tahun Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Kontribusi PAD dan Cakupan Air Bersih Meningkat
"Air sumur warga berwarna kuning, rasanya sangat asin dan berbau tidak sedap. Setiap hari warga di sekitar tanggul penahan lumpur harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan air bersih sekitar Rp 30 ribu," ujarnya.
Ali mengaku bersyukur atas bantuan air bersih yang diberikan Sat Brimob Polda Jatim. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu warga, terlebih saat kondisi kemarau dan kekeringan.
Baca Juga: 20 Tahun Semburan Lumpur Sidoarjo, Penderitaan Warga Gempolsari Soal Air Bersih Belum Berakhir
"Hari ini kami mendapat bantuan air bersih. Semenjak adanya semburan lumpur dan dibangun tanggul penahan lumpur, air sumur warga tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.
Sementara itu, Wadanki Kompi 3 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Jatim Ipda Mohammad Zayyadi mengatakan, penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial Sat Brimob Polda Jatim.
Menurut Zayyadi, kegiatan tersebut diinisiasi Dansat Brimob Polda Jatim Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Kegiatan itu juga digelar menjelang HUT ke-81 Sat Brimob.
"Kegiatan bakti sosial penyaluran air bersih ini diinisiasi oleh Dansat Brimob Polda Jatim Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho untuk melakukan kegiatan sosial penyaluran air bersih," kata Zayyadi.
Dia menyebut, sekitar 8.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Desa Gempolsari yang tinggal berdekatan dengan tanggul lumpur. Bantuan diprioritaskan untuk warga RT 11 hingga RT 16 RW III.
"Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak lumpur dan sedang mengalami kesulitan air bersih," ungkapnya.
Zayyadi menambahkan, Sat Brimob Polda Jatim akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Gempolsari untuk melihat kemungkinan penyaluran bantuan serupa pada masa mendatang.
"Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Gempolsari, kami akan mengusahakan kegiatan serupa bisa berlanjut ke depan. Insyaallah bantuan ini dapat terus dilakukan, terutama saat musim kemarau atau kekeringan," pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo