RADAR SIDOARJO - Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak terhadap operasional sejumlah bandara. Kondisi ini turut berimbas pada konektivitas dan rotasi penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo.
Hingga Senin (7/9) pukul 09.30 WIB, tercatat sebanyak 12 penerbangan di Bandara Juanda mengalami pembatalan atau cancel flight. Rinciannya, lima penerbangan kedatangan dan tujuh penerbangan keberangkatan.
Baca Juga: Erupsi Anak Gunung Krakatau Berdampak, 16 Penerbangan di Bandara Juanda di Sidoarjo Disesuaikan
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan, pembatalan penerbangan tersebut merupakan dampak berantai dari penutupan operasional sejumlah bandara akibat aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.
"Sehubungan dengan aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, hingga Senin terdapat empat bandara yang masih mengalami penutupan operasional," kata Muhammad Tohir.
Baca Juga: Barantin Gagalkan Pengiriman 30.789 Benih Lobster Senilai Rp 4,6 Miliar dari Bandara Juanda Sidoarjo
Keempat bandara tersebut yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II, dan Bandara Husein Sastranegara.
Di Bandara Juanda, penerbangan kedatangan yang dibatalkan di antaranya Batik Air 7511 rute Halim Perdanakusuma-Juanda, Garuda Indonesia 304 dan Batik Air 6572 rute Soekarno-Hatta-Juanda, Batik Air 7513 rute Halim Perdanakusuma-Juanda, serta Lion Air 690 rute Soekarno-Hatta-Juanda.
Baca Juga: Penyelundupan Sabu dan Ekstasi oleh WN Malaysia di Bandara Juanda Sidoarjo Berhasil Digagalkan
Sementara penerbangan keberangkatan yang dibatalkan yakni Batik Air 6391 dan Batik Air 7508, Garuda Indonesia 305, Batik Air 7510, Lion Air 693, Garuda Indonesia 323, serta Batik Air 6573.
Tohir menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi operasional dan berkoordinasi dengan maskapai serta stakeholder terkait.
"Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi secara intensif bersama maskapai serta seluruh stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal," ujarnya.
Untuk penumpang yang terdampak pembatalan, pihak bandara juga memberikan layanan pemulihan berupa makanan ringan dan minuman. Personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service disiagakan untuk membantu memberikan informasi serta mengarahkan penumpang.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk terus memantau status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing serta mengikuti informasi dan arahan petugas selama berada di area terminal," jelasnya.
Sebagai salah satu bandara alternatif, Bandara Internasional Juanda juga akan melayani penerbangan selama 24 jam. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan dan konektivitas pengguna jasa selama kondisi tersebut berlangsung.
Tohir menegaskan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian operasional.
"Bandara Internasional Juanda bersama seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa, serta memastikan pelayanan tetap diberikan secara optimal selama berlangsungnya penyesuaian operasional penerbangan," pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo