RADAR SIDOARJO - Aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah bandara.
Kondisi tersebut juga menimbulkan efek berantai terhadap konektivitas dan rotasi penerbangan di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Minggu (6/9).
Baca Juga: Barantin Gagalkan Pengiriman 30.789 Benih Lobster Senilai Rp 4,6 Miliar dari Bandara Juanda Sidoarjo
General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan, penyesuaian operasional penerbangan terjadi setelah sejumlah bandara terdampak aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau.
“Sehubungan dengan adanya aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang berdampak pada operasional sejumlah bandara di sekitar wilayah tersebut, telah terjadi penyesuaian operasional penerbangan pada beberapa bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma dan Bandara Radin Inten II Lampung,” kata Tohir.
Baca Juga: Penyelundupan Sabu dan Ekstasi oleh WN Malaysia di Bandara Juanda Sidoarjo Berhasil Digagalkan
Menurut dia, kondisi tersebut kemudian berpengaruh terhadap konektivitas serta rotasi penerbangan. Dampaknya turut dirasakan pada sebagian penerbangan di Bandara Internasional Juanda.
“Bandara Internasional Juanda terus melakukan pemantauan serta koordinasi secara intensif bersama maskapai dan stakeholder terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat ditangani dengan baik dan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Berdasarkan kondisi operasional terkini, terdapat 16 penerbangan yang mengalami penyesuaian di Bandara Internasional Juanda. Penyesuaian tersebut meliputi pembatalan penerbangan serta perubahan jadwal dan status standby.
Namun, dalam rincian operasional yang disampaikan, tercatat sejumlah penerbangan mengalami pembatalan, baik kedatangan maupun keberangkatan.
Di antaranya Lion Air rute Jakarta (CGK)-Surabaya (SUB), Batik Air rute CGK-SUB dan Halim Perdanakusuma (HLP)-SUB, Citilink rute CGK-SUB serta Ujung Pandang (UPG)-SUB, dan Garuda Indonesia rute CGK-SUB.
Untuk penerbangan keberangkatan yang terdampak antara lain Batik Air, Pelita Air, Lion Air, Citilink, serta Garuda Indonesia dengan tujuan Jakarta (CGK), Halim Perdanakusuma (HLP), dan Ujung Pandang (UPG).
Sementara itu, sejumlah penerbangan Garuda Indonesia masih berstatus penyesuaian atau standby. Salah satunya GIA 305 rute Surabaya-Jakarta yang semula dijadwalkan berangkat pukul 07.05 WIB dan mengalami retime menjadi pukul 10.15 WIB.
Selain itu, GIA 323 rute Surabaya-Jakarta berstatus standby. Untuk penerbangan kedatangan, GIA 304 rute Jakarta-Surabaya dan GIA 302 rute Jakarta-Surabaya juga berstatus standby.
Tohir menegaskan, pihak Bandara Juanda telah menyiapkan langkah penanganan bagi penumpang yang terdampak penyesuaian penerbangan.
“Sebagai bentuk perhatian terhadap pengguna jasa yang terdampak, Bandara Internasional Juanda juga memberikan Service Recovery Activation berupa penyediaan makanan ringan dan minuman bagi penumpang yang mengalami penyesuaian perjalanan,” jelasnya.
Selain itu, personel Airport Security, Terminal Inspector, dan Customer Service disiagakan di area terminal. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penumpang terdampak tetap mendapatkan pelayanan dan informasi yang dibutuhkan.
“Kami mengimbau para pengguna jasa bandara untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai. Pengguna jasa juga dapat menghubungi Contact Center Angkasa Pura Indonesia di nomor 172 untuk mendapatkan informasi terkini,” tuturnya.
Penumpang juga diminta mengikuti informasi dan arahan petugas selama berada di area terminal.
“Bandara Internasional Juanda bersama seluruh stakeholder terkait berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa, serta memastikan pelayanan tetap diberikan secara optimal selama berlangsungnya penyesuaian operasional penerbangan,” pungkas Tohir.
Pihak Bandara Internasional Juanda menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat penyesuaian operasional tersebut serta mengapresiasi pengertian dan kerja sama seluruh pengguna jasa. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo