Ribuan Jarum Suntik Bekas Dibuang di Dekat Exit Tol Tambaksumur Waru Diduga dari Klinik di Surabaya

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:37 WIB
VIRAL: Ribuan jarum suntik saat ditemukan di exit tol Tambaksumur. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
VIRAL: Ribuan jarum suntik saat ditemukan di exit tol Tambaksumur. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Temuan ribuan jarum suntik bekas dan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang sembarangan di saluran air kawasan exit Tol Tambaksumur, Desa Tambaksumur, Kecamatan Waru, Sidoarjo, masih menyisakan tanda tanya.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo kini berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menelusuri asal limbah tersebut.

Baca Juga: Ribuan Jarum Suntik Bekas Milik Rumah Sakit Dibuang di Dekat Exit Tol Tambaksumur Waru Sidoarjo

Kepala Dinkes Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina mengatakan, penanganan limbah medis tidak bisa dilakukan oleh Dinkes seorang diri. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo serta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Limbah medis itu harus tertangani dengan baik karena sesuai peraturan perundangan yang berlaku, tidak boleh membahayakan khalayak,” ujar Lakhsmie, Kamis (27/8).

Baca Juga: Hadapi Dua Laga Penentu di Kandang, CEO Deltras Sidoarjo Siapkan Suntikan Bonus

Lakhsmie menyebut pihaknya bersama DLHK juga akan memantau fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Sidoarjo. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo yang membuang limbah medis secara tidak semestinya.

Dinkes juga akan berkomunikasi secara intensif dengan Pemkot Surabaya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga: Peringati HPN 2022, Wartawan di Sidoarjo Suntik Vaksin Booster

Sebelumnya, Dinkes Sidoarjo berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi temuan. Namun, saat akan dilakukan pengecekan pada Rabu pagi, kondisi saluran air tersebut sudah dalam keadaan bersih.

Berdasarkan informasi sementara yang diterima Lakhsmie, limbah medis tersebut diduga bukan berasal dari rumah sakit, melainkan salah satu klinik di Surabaya. Kendati demikian, dia belum dapat memastikan klinik yang dimaksud maupun lokasi tepatnya.

Baca Juga: Pakai Air Umbulan, PDAM Butuh Suntikan Modal Rp 1 T

“Informasi yang saya terima sementara dari Surabaya seperti itu. Nanti akan kita cari tahu,” katanya.

Sementara itu, Lakhsmie memastikan fasilitas kesehatan di bawah Dinkes Sidoarjo, khususnya puskesmas, telah memiliki mekanisme pengelolaan limbah medis sesuai ketentuan. Klinik dan rumah sakit di Sidoarjo juga akan dipantau untuk mencegah kejadian serupa.

Menurutnya, limbah medis harus ditangani pihak yang berkompeten. Proses tersebut mencakup pengangkutan, pengolahan hingga pembuangan limbah.

“Penanganan limbah medis ini harus dilakukan oleh pihak yang berkompeten. Mulai dari pengangkutannya, pengolahannya, sampai pembuangannya,” jelasnya.

Jika nantinya hasil penelusuran menemukan limbah tersebut berasal dari fasilitas kesehatan di Sidoarjo, Dinkes memastikan akan memberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pihak yang bersangkutan, lanjut Lakhsmie, akan dipanggil bersama dinas terkait untuk dimintai penjelasan mengenai penyebab limbah medis bisa sampai dibuang sembarangan.

“Yang bersangkutan tentunya akan kita panggil bersama-sama dengan dinas terkait, kemudian kita pastikan mengapa hal itu sampai terjadi,” tuturnya.

Terkait kemungkinan sanksi hingga pencabutan izin, Lakhsmie masih belum memastikan. Sanksi akan ditentukan setelah diketahui tingkat pelanggaran yang dilakukan.

“Kita pantau sampai sebatas mana memang kesalahan yang sudah dilakukan,” ujarnya.

Lakhsmie juga mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan asal limbah hanya berdasarkan foto yang beredar di media sosial. Pasalnya, jarum suntik dan limbah medis tidak hanya digunakan oleh fasilitas kesehatan manusia.

“Berdasarkan foto yang beredar, kita tidak bisa berasumsi bahwa itulah pelakunya. Jadi kita harus hati-hati dalam memberikan pernyataan,” tegasnya.

Apalagi, menurut dia, penggunaan jarum suntik juga bisa ditemukan pada fasilitas lain, termasuk praktik kedokteran hewan. Karena itu, asal-usul limbah harus ditelusuri lebih lanjut sebelum dapat dipastikan siapa pihak yang bertanggung jawab.

Sebelumnya, saluran air di sisi kiri exit Tol Tambaksumur dari arah Bandara Juanda menghebohkan warga setelah ditemukan ribuan jarum suntik bekas dan limbah medis B3 yang dibuang sembarangan.

Temuan itu semakin menjadi perhatian setelah pada sejumlah kantong plastik terdapat tulisan “Hadi. Dr.”. Selain itu, ditemukan pula kantong plastik dengan logo RSUD Eka Candrarini Surabaya, rumah sakit milik Pemkot Surabaya yang berada di Jalan Medokan Asri Tengah, Kali Rungkut, Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Namun, hingga kini asal pasti limbah medis tersebut masih dalam penelusuran. Dinkes Sidoarjo menegaskan tidak ingin menarik kesimpulan sebelum ada bukti yang memastikan pihak yang bertanggungjawab. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
jarum suntik klinik surabaya Dinkes