Harga Telur Anjlok, Dispaperta Sidoarjo Tegaskan Pasokan Justru Banyak dari Luar Daerah

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:44 WIB
ANJLOK: Peternak ayam petelur di Sidoarjo. (Foto Istimewa)
ANJLOK: Peternak ayam petelur di Sidoarjo. (Foto Istimewa)

RADAR SIDOARJO - Harga telur ayam yang anjlok di tingkat peternak ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi produksi di Kabupaten Sidoarjo.

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo menegaskan, wilayahnya bukan sentra produksi telur. Bahkan, kebutuhan telur masyarakat Sidoarjo selama ini justru banyak dipasok dari peternakan di luar daerah.

Baca Juga: Dampak MBG, Peternak Telur Ayam di Sidoarjo Semakin Banyak, Harga Anjlok

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispaperta Sidoarjo drh Erwin Priatmoko, Rabu (19/8).

Menurut Erwin, produksi telur dari peternak Sidoarjo relatif sedikit dibandingkan kebutuhan pasar. Karena itu, hampir seluruh telur yang beredar melalui distributor di Sidoarjo berasal dari kabupaten sekitar.

Baca Juga: Gudang Telur di Gebang Sidoarjo Terbakar, Dua Unit Damkar Dikerahkan

"Distributor mengambil dari daerah asal sesuai kebutuhan atau permintaan pasar di Sidoarjo," ujarnya.

Kondisi tersebut sekaligus membuat Dispaperta Sidoarjo tidak menemukan persoalan terkait surplus telur produksi peternak lokal. Sebab, telur yang dihasilkan peternak Sidoarjo disebut langsung terserap pasar.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Ancam Produksi Telur Asin di Kampung Bebek Candi Sidoarjo

"Produksi telur Sidoarjo sedikit dibanding kebutuhan pasar di Sidoarjo," jelasnya.

Erwin juga menegaskan, persoalan harga pakan yang kerap menjadi keluhan peternak telur di sejumlah daerah belum menjadi persoalan yang diterima pihaknya.

Baca Juga: Atasi Masalah Stunting, Plt Bupati Sidoarjo Subandi Bagikan Daging dan Telur Ayam

Alasannya, populasi dan produksi telur di Sidoarjo relatif kecil sehingga tidak terdapat keluhan terkait kebutuhan maupun harga pakan dari peternak setempat.

Baca Juga: Chef Asty Ajari Pelaku UMKM Sidoarjo Buat Cookies Tanpa Telur, Ini Resepnya

Di sisi lain, keberadaan perusahaan peternakan skala besar juga menjadi perhatian.

Menurut Erwin, perusahaan besar yang berada di Sidoarjo memiliki pola pemasaran tersendiri. Produk mereka dipasarkan melalui koperasi maupun toko retail yang dimiliki perusahaan.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan telur masyarakat Sidoarjo, pasokan dari peternak lokal hanya memberikan kontribusi dalam jumlah terbatas. Sebagian besar kebutuhan tetap dipenuhi dari peternakan di luar Sidoarjo.

Terkait kemungkinan sinergi penyerapan telur melalui program bantuan sosial, penanganan stunting, dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Dispaperta kembali menekankan bahwa pasokan telur untuk pasar Sidoarjo mengikuti kebutuhan dan permintaan distributor.

Sementara itu, terkait kabar rencana aksi unjuk rasa kelompok peternak akibat anjloknya harga telur, Dispaperta mengaku belum menerima pemberitahuan resmi.

"Sampai saat ini kami belum menerima pemberitahuan ataupun informasi terkait rencana aksi demo tersebut," kata Erwin.

Meski demikian, pihaknya menyatakan siap menerima aspirasi peternak apabila nantinya mereka datang menyampaikan keluhan secara langsung.

"Kita terima dulu apa aspirasi dari teman-teman peternak," tegasnya.

Untuk solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan modernisasi pascapanen seperti fasilitas pengolahan telur maupun cold storage, Dispaperta menilai kondisi di Sidoarjo berbeda dengan daerah sentra produksi telur. Pasalnya, hasil produksi peternak lokal saat ini masih langsung terserap pasar.

"Telur produksi peternak di Sidoarjo langsung terserap pasar semuanya," pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Produksi Harga Ayam telur Peternak