RADAR SIDOARJO - Kekhawatiran bakal dikenai pajak hingga dugaan pajak naik masih menjadi salah satu hambatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo dalam menuntaskan Sensus Ekonomi 2026.
Sejumlah warga bahkan memilih tidak membuka pintu atau enggan memberikan keterangan kepada petugas yang datang melakukan pendataan.
Baca Juga: 1.452 Petugas Sensus di Sidoarjo Turun ke Lapangan, Siap Petakan Seluruh Aktivitas Usaha
Padahal, waktu pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tinggal 15 hari lagi sebelum ditutup pada 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Kabupaten Sidoarjo Bagyo Trilaksono mengatakan, petugas masih menemukan berbagai kendala ketika melakukan pendataan kegiatan ekonomi di lapangan. Selain kekhawatiran soal pajak, ada pula warga yang memang enggan didata dengan berbagai alasan.
Baca Juga: BPS Sidoarjo Masih Validasi Data Hasil Sensus Lapangan
“Tidak sedikit warga yang enggan memberikan keterangan ketika petugas datang ke lokasi. Alasannya cukup beragam. Ada yang takut kena pajak, takut pajaknya naik, ada yang tidak mau buka pintu, enggan didata dan lain-lain,” ujar Bagyo, Senin (17/8).
Menurutnya, petugas terus melakukan pendekatan kepada masyarakat agar bersedia memberikan data yang dibutuhkan. Pendataan dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai berbagai kegiatan ekonomi yang berlangsung di Sidoarjo.
Baca Juga: 476 Petugas Sensus Penduduk Diterjunkan BPS Sidoarjo
Kendala serupa juga ditemui saat petugas mendata perusahaan. Tidak sedikit perusahaan yang meminta petugas menunggu persetujuan dari pimpinan maupun kantor pusat sebelum data dapat diberikan.
“Kami diminta izin dulu ke kantor pusatnya, baru diberi datanya,” jelasnya.
Baca Juga: Hasil Sensus, Sidoarjo Masih Diminati dari Sisi Ekonomi
Selain itu, terdapat perusahaan yang memilih mengisi data secara mandiri setelah didatangi petugas. Namun, hingga kini sebagian data tersebut belum diselesaikan maupun dikembalikan kepada petugas.
“Kami terus mendorong. Petugas kami melakukan penelusuran untuk melengkapi data yang belum masuk,” tegas Bagyo.
Meski menghadapi berbagai kendala, progres pendataan kegiatan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. BPS mencatat terdapat kurang lebih 120 ribu kegiatan ekonomi yang menjadi sasaran pendataan.
Dari jumlah tersebut, sektor perdagangan, restoran dan warung makan, serta industri menjadi kegiatan ekonomi yang paling dominan. Ketiga sektor tersebut diperkirakan mencapai sekitar 60 persen dari keseluruhan kegiatan ekonomi yang telah terdata.
BPS Sidoarjo pun masih terus mengejar data yang belum masuk, baik dari masyarakat maupun perusahaan. Petugas akan melakukan penelusuran dan pendekatan hingga seluruh kegiatan ekonomi yang menjadi sasaran Sensus Ekonomi 2026 dapat tercatat. Pendataan akan terus dikebut hingga batas akhir pelaksanaan pada 31 Agustus mendatang. (dik)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo