Waspada Polarisasi Digital, Sidoarjo Perkuat Kerukunan dan Tangkal Hoaks

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:17 WIB
TANGKAL HOAKS: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati saat memberikan pemaparan terhadap elemen masyarakat di Pendapa Delta Wibawa.
TANGKAL HOAKS: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati saat memberikan pemaparan terhadap elemen masyarakat di Pendapa Delta Wibawa.

RADAR SIDOARJO - Arus informasi di media sosial yang semakin deras dinilai dapat menjadi celah munculnya polarisasi dan memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Karena itu, masyarakat Sidoarjo diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama isu hoaks dan ujaran kebencian.

Baca Juga: 19 Pasar di Sidoarjo Beralih ke QRIS, Retribusi Ditargetkan Digital Penuh Akhir Bulan

Pesan tersebut mengemuka dalam Dialog Kebangsaan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama jajaran Forkopimda dan elemen masyarakat di Pendapa Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (13/8).

Dalam forum bertajuk “Merawat Bhinneka Tunggal Ika Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati menekankan pentingnya literasi digital dan sikap kritis masyarakat dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar.

Baca Juga: Rumah Sakit Pusura Candi Sidoarjo Sabet Radar Surabaya Awards 2026, Siap Perkuat Inovasi Digital dan Layanan Kesehatan Tanpa Libur

Fenny hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi. Menurutnya, kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi harus diimbangi dengan kemampuan memilah serta memverifikasi kebenaran sebuah berita.

“Kemudahan akses informasi saat ini menuntut kita secara cermat memilah dan memverifikasi kebenaran setiap berita agar tidak mudah terprovokasi. Kekuatan untuk menjaga persatuan berada di tangan kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga: MPLS Jadi Momentum Edukasi Kesehatan Mental dan Literasi Digital, RS Pusura Candi Sapa Ratusan Pelajar Sidoarjo

Fenny menilai dinamika yang terjadi di ruang maya tidak jarang berimbas pada kehidupan sosial di dunia nyata. Penyebaran informasi bohong maupun ujaran kebencian dapat memperbesar perbedaan dan memicu konflik apabila tidak disikapi secara bijak.

Karena itu, kewaspadaan terhadap hoaks dan ujaran kebencian menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan kondusivitas Sidoarjo.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Dorong UMKM Kuasai Pemasaran Digital Agar Tembus Pasar Nasional dan Internasional

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat toleransi dan memperkuat kerukunan. Perbedaan suku, agama, maupun organisasi yang ada di Sidoarjo, kata dia, harus ditempatkan sebagai kekuatan dan modal sosial untuk membangun daerah.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Ingatkan Orang Tua Dampingi Anak Hadapi Tantangan Era Digital

“Mari terus merawat toleransi, memperkuat kerukunan dan menghindari segala tindakan maupun ucapan yang memicu permusuhan di tengah masyarakat,” pesannya.

Dialog tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan mengantisipasi potensi polarisasi, khususnya di ruang digital menjelang Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama. Deklarasi moral tersebut diikuti perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi hingga media massa.

Melalui komitmen tersebut, seluruh pihak menyatakan kesiapan bersama untuk menjaga kerukunan, memperkuat persatuan dan memastikan situasi Kabupaten Sidoarjo tetap aman serta kondusif di tengah keberagaman masyarakat. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
perpecahan polarisasi Masyarakat Sekda Digitalisasi