DPRD Sidoarjo Desak Frontage Road Tuntas sebelum Flyover Gedangan Dibangun

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 11:46 WIB
BELUM TUNTAS: Frontage Road belum tersambung dari Waru hingga Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BELUM TUNTAS: Frontage Road belum tersambung dari Waru hingga Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Pembangunan Frontage Road (FR) Waru-Sidoarjo diminta tidak kembali molor.

DPRD Sidoarjo mendesak Pemkab Sidoarjo mempercepat penyelesaian ruas tersebut hingga tersambung ke Buduran sebelum proyek Flyover (FO) Gedangan memasuki tahap pembangunan fisik.

Baca Juga: Puluhan Pengendara Lawan Arus di Frontage Road Sidoarjo Kena Tilang ETLE

Desakan itu bukan tanpa alasan. Ketika proyek FO Gedangan mulai dikerjakan, aktivitas konstruksi diprediksi membuat kepadatan lalu lintas di Jalan Raya Gedangan dan sekitarnya semakin parah.

Karena itu, keberadaan FR yang tersambung mulus dinilai penting sebagai jalur alternatif untuk mengurai beban lalu lintas.

Baca Juga: Ini Kendala Pembangunan Frontage Road Waru–Sidoarjo yang Sempat Terhenti

Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih mengatakan, penyelesaian FR harus menjadi perhatian serius Pemkab Sidoarjo. Setidaknya, pada 2026 ini harus terlihat progres yang terukur agar tidak terjadi tumpang tindih persoalan ketika pembangunan FO Gedangan dimulai.

“Harapan kami, logikanya ketika flyover mau dibangun, frontage sudah harus selesai, sudah nyambung mulus. Sehingga menjadi alternatif ketika di titik pembangunan flyover sudah dimulai,” kata Abdillah Nasih, Minggu (9/8).

Baca Juga: Frontage Road Kedungrejo–Pasar Waru Sidoarjo Mulai Dibangun 2026, Ditarget Tembus Flyover Jenggolo

Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Cak Nasih itu menegaskan, jangan sampai pembangunan FO Gedangan sudah dimulai, sementara FR masih belum tersambung hingga Buduran.

Menurutnya, kondisi tersebut justru berpotensi membuat kemacetan semakin parah. Sebab, lalu lintas di kawasan Jalan Raya Gedangan sudah padat, sementara pekerjaan konstruksi flyover nantinya juga berpotensi menambah hambatan.

Baca Juga: Viral, Besi Penutup Got di Frontage Road Raya Gedangan Sidoarjo Diduga Dicuri

“Jangan sampai flyover sudah mulai dikerjakan, frontage road masih belum selesai. Ini sini crowded, Jalan Raya Gedangan juga crowded. Ini harus selesai semuanya, biar nyambung,” tegasnya.

Cak Nasih berharap penyelesaian FR hingga Buduran dapat dikebut mulai tahun ini. Kalaupun belum sepenuhnya rampung, setidaknya progres pembangunannya harus jelas dan terukur sehingga bagian yang tersisa tinggal penyelesaian akhir.

"Setidak-tidaknya progresnya lebih terukur. Selebihnya tinggal pengalusan, misalkan,” ujarnya.

Ia memahami pembangunan FO Gedangan sendiri masih membutuhkan sejumlah tahapan, termasuk proses pembebasan lahan. Bahkan, pembangunan fisik flyover bisa saja baru dimulai pada 2027 atau 2028.

Namun, kondisi tersebut menurutnya justru harus dimanfaatkan Pemkab Sidoarjo untuk menuntaskan pekerjaan FR terlebih dahulu.

“Jangan sampai kemudian ketika ini (FO Gedangan) start mau jalan fisik, frontage road belum selesai. Harusnya FR sudah selesai juga,” jelasnya.

Cak Nasih juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU), tidak lagi membiarkan proyek FR menjadi pekerjaan rumah yang berlarut-larut.

“Sudah menjadi PR lama banget. Jangan sampai program strategis yang sudah sangat lama ini tidak ada progresnya. Tentu saja kami sangat menyayangkan,” katanya.

Dia meyakini berbagai persoalan yang menghambat penyelesaian FR dapat dicarikan solusi apabila seluruh pihak memiliki komitmen dan kemauan untuk mempercepat pekerjaan tersebut. 

Menurutnya, percepatan FR semakin penting karena beban lalu lintas dari Waru menuju Buduran saat ini sudah sangat tinggi. Dengan tersambungnya FR, masyarakat memiliki pilihan jalur alternatif sehingga tidak seluruh kendaraan bertumpu pada ruas utama.

Sementara itu, Pemkab Sidoarjo saat ini masih menunggu rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur sebagai salah satu tahapan administrasi sebelum pembayaran pembebasan lahan untuk pembangunan FR dapat direalisasikan.

Penyelesaian FR dinilai harus dikebut agar ketika pembangunan FO Gedangan benar-benar dimulai, jalur alternatif tersebut sudah siap digunakan.

Dengan demikian, pembangunan FO Gedangan yang diharapkan menjadi solusi kemacetan tidak justru menimbulkan persoalan baru akibat belum siapnya jaringan jalan pendukung. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Flyover Pembangunan Frontage Road Gedangan DPRD