Kolam Lumpur Sidoarjo Kembali Mengering

Diky Putra Sansiri • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 13:15 WIB
MENGERING: Kondisi kolam penampungan lumpur Sidoarjo saat ini, Kamis (6/8). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MENGERING: Kondisi kolam penampungan lumpur Sidoarjo saat ini, Kamis (6/8). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Kolam penampungan lumpur Sidoarjo yang beberapa waktu lalu terlihat penuh air kini kembali mengering. Air yang sebelumnya memenuhi kolam telah dialirkan keluar melalui pipa-pipa berukuran besar menuju Sungai Porong. 

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa air yang sempat memenuhi kolam bukan berasal dari semburan lumpur maupun hujan, melainkan dipompa dari Sungai Porong.

Baca Juga: BHS dan Wabup Mimik Desak Tanggul Diperkuat, Percepatan Pembuangan Air Lumpur Porong Sidoarjo

Pantauan Radar Sidoarjo di kawasan tanggul lumpur, Kamis (6/8), menunjukkan sebagian besar kolam penampungan kembali kering. Hanya tersisa sedikit genangan air setelah dialirkan ke Sungai Porong.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan kolam penampungan dipenuhi air sempat viral di media sosial. Kondisi itu memicu kekhawatiran masyarakat karena muncul rembesan pada tanggul sisi selatan yang dikhawatirkan tidak mampu menahan beban air bercampur lumpur.

Baca Juga: Warga Khawatir Tanggul Lumpur Porong Sidoarjo Jebol, Begini Jawaban PPLS 

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) melakukan peninggian tanggul sebelah barat di sisi selatan dengan mengerahkan alat berat berupa ekskavator dan truk.

Mantan warga Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Rois, menduga air yang sempat memenuhi kolam penampungan berasal dari Sungai Porong yang dipompa masuk ke dalam kolam.

Baca Juga: Tanggul Lumpur Rawan Jebol, DPRD Sidoarjo Desak Langkah Antisipasi

"Kalau tidak ada air yang dimasukkan, kolam itu tetap kering. Airnya dicampur dengan lumpur, agar lumpur yang mengering dikeduk hancur. Lumpur yang keluar dari semburan langsung mengering dan lama-lama membentuk seperti gunung," ujar Rois saat ditemui Radar Sidoarjo, Kamis (6/8).

Menurut Rois, beberapa pekan terakhir wilayah tersebut juga tidak diguyur hujan sehingga kecil kemungkinan air di kolam berasal dari curah hujan.

Baca Juga: Lumpur Porong Sidoarjo Nyaris Meluber, Tanggul Ditinggikan, Warga Khawatir Ambles 

"Bukan dari semburan lumpur, bukan juga dari hujan. Sudah beberapa minggu tidak turun hujan. Kalau dibiarkan saja, lumpurnya mengering terus dan semakin dangkal," katanya.

Ia juga menduga rembesan yang sempat muncul di tanggul terjadi karena volume air di kolam meningkat setelah adanya aliran air dari Sungai Porong.

"Airnya dari Sungai Porong. Begitu dimasukkan, lumpur bercampur air sehingga terlihat seperti banjir," ungkapnya.

Rois mengaku tidak mengetahui secara pasti sejak kapan air mulai dipompa masuk ke kolam. Namun, ia mengingat air tiba-tiba memenuhi area penampungan yang sebelumnya cenderung kering.

Hal senada disampaikan mantan warga Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Porong, Legiman. Ia mengatakan rembesan sempat muncul di sisi selatan tanggul sehingga PPLS langsung melakukan peninggian tanggul sekitar sepekan terakhir.

"Alat berat terus bekerja meninggikan tanggul agar air dan lumpur tidak meluber," ujarnya.

Legiman juga menduga air yang sempat memenuhi kolam merupakan air yang dipompa dari Sungai Porong. Setelah dilakukan penanganan dan pekerjaan peninggian tanggul, air tersebut kembali dipompa keluar menuju Sungai Porong sehingga kondisi kolam kini kembali mengering.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak PPLS mengenai dugaan masuknya air Sungai Porong ke kolam penampungan maupun alasan teknis di balik perubahan kondisi kolam tersebut. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
mengering Porong Sungai Lumpur air