RADAR SIDOARJO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, menjadi sorotan setelah beredar foto potongan ayam yang diduga masih kurang matang. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan evaluasi internal oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sekargalih guna memastikan kualitas makanan yang didistribusikan kepada ribuan siswa tetap terjaga.
Baca Juga: Kantor Staf Presiden Temukan Sejumlah Catatan di SPPG Sidoarjo
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian itu terjadi pada Rabu (22/7) di dapur SPPG Desa Singogalih, Kecamatan Tarik, saat menu makanan sedang dipersiapkan untuk didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Petugas keamanan SPPG Singogalih yang berada di bawah naungan SPPG Sekargalih, SM, membenarkan adanya temuan ayam yang kurang matang tersebut. Menurut pria berusia 50 tahun itu, persoalan tersebut sempat menjadi pembahasan di lingkungan dapur MBG.
Baca Juga: Ini Daftar Lengkap 19 SPPG Penyuplai MBG di Sidoarjo yang Dihentikan Sementara
"Iya benar, kemarin ada ayam yang kurang matang saat disajikan dan sempat menjadi perbincangan," ujarnya, Kamis (23/7).
Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti berapa jumlah porsi yang terdampak maupun apakah ayam tersebut sempat dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
Baca Juga: Operasional 19 SPPG di Sidoarjo Dihentikan Sementara, Ini Alasannya
Sebagai tindak lanjut, pengelola SPPG Sekargalih langsung melakukan evaluasi terhadap seluruh proses produksi makanan. Sekitar 40 personel dapur dimintai keterangan untuk mengetahui penyebab terjadinya kesalahan tersebut.
Hasil evaluasi menunjukkan kendala terjadi pada proses penggorengan. Saat itu, jumlah potongan ayam yang dimasukkan ke dalam satu wajan dinilai terlalu banyak sehingga suhu minyak turun dan tidak mampu mematangkan seluruh bagian daging secara merata.
Baca Juga: Sidak SPPG Kepuhkemiri, Wabup Sidoarjo Pastikan Program MBG Berjalan Optimal
Akibatnya, beberapa potong ayam belum mencapai tingkat kematangan yang seharusnya sebelum diporsikan untuk didistribusikan.
Temuan tersebut kemudian dijadikan bahan evaluasi agar proses pengolahan makanan dilakukan lebih disiplin. Kepala dapur juga telah memberikan teguran kepada juru masak yang bertugas.
Baca Juga: Sidak Dapur SPPG, Wabup Sidoarjo Minta Pembuangan Limbah Diperbaiki
"Kemarin chef-nya sudah ditegur kepala dapur," kata SM.
Selain memberikan teguran, pengelola juga menginstruksikan juru masak untuk mengurangi jumlah ayam yang digoreng dalam satu kali proses serta memastikan seluruh menu benar-benar matang sebelum masuk tahap pemorsian. Pengawasan di setiap tahapan produksi pun diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
Saat ini, SPPG Sekargalih memproduksi sekitar 2.800 porsi MBG setiap hari yang didistribusikan ke 17 sekolah, mulai jenjang TK, SD, SMP hingga SMA di wilayah Kecamatan Tarik.
Operasional dapur tersebut didukung 10 petugas pengolahan makanan, sembilan petugas pemorsian, dan satu petugas pengemasan.
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPPG maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab secara rinci maupun hasil evaluasi menyeluruh. Namun, evaluasi internal telah dilakukan sebagai langkah perbaikan agar kualitas makanan dalam program MBG tetap terjaga dan memenuhi standar keamanan pangan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo