Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kemarau, Pemkab Sidoarjo Genjot Normalisasi Sungai, Saluran Kedunguling Jadi Prioritas Tiga Bulan

Diky Putra Sansiri • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:43 WIB
DIKEBUT: Normalisasi sungai dan pembersihan saluran irigasi di Kabupaten Sidoarjo saat musim kemarau.
DIKEBUT: Normalisasi sungai dan pembersihan saluran irigasi di Kabupaten Sidoarjo saat musim kemarau.

RADAR SIDOARJO - Musim kemarau dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk mempercepat normalisasi sungai dan pembersihan saluran irigasi. 

Kondisi debit air yang menurun dinilai menjadi waktu paling ideal untuk mengeruk sedimen, mengangkat sampah, hingga memperkuat bibir sungai sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan.

Baca Juga: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas Pangan dan Pertanina Sidoarjo Siapkan Pompa Air dan Kawal Debit Sungai

Salah satu fokus utama saat ini adalah normalisasi Saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo. Pekerjaan sepanjang sekitar empat kilometer itu diperkirakan berlangsung selama tiga bulan.

Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Prayitno mengatakan, normalisasi sungai pada musim kemarau jauh lebih efektif karena kondisi air yang surut memudahkan proses pengerjaan di lapangan.

Baca Juga: Sidoarjo Bersiap Hadapi Kemarau Lebih Kering, Catat Waktunya

"Normalisasi sungai di musim kemarau seperti ini sangat efektif karena debit air menurun yang memudahkan pengerukan sedimen dan pembersihan sampah," ujar Prayitno, Rabu (15/7).

Ia menjelaskan, pengerjaan tidak hanya sebatas mengeruk sedimen tanah dan membersihkan sampah yang menghambat aliran air. 

Baca Juga: BMKG Juanda Prediksi, Sidoarjo Mulai Masuk Musim Kemarau

Tumbuhan liar yang mempersempit badan sungai juga dibersihkan. Bahkan, penguatan bibir sungai turut dilakukan bersamaan dengan proses normalisasi.

Menurut Prayitno, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kapasitas sungai agar tetap optimal saat intensitas hujan kembali meningkat.

Baca Juga: Bantuan Air Bersih Khofifah Mengalir Deras, Ribuan Warga Singosari Tak Lagi Risau Hadapi Kemarau

"Kita berharap pekerjaan normalisasi sungai ini berjalan lancar agar saat musim penghujan nanti seluruh aliran sungai di Sidoarjo dapat berfungsi normal dan mampu menampung curah hujan secara maksimal," katanya.

Untuk mempercepat pekerjaan, DPUBMSDA menerjunkan Satgas Alat Berat dan Satgas Afvoer ke berbagai titik. Alat berat difokuskan pada sungai dan saluran yang mengalami pendangkalan, sedangkan Satgas Afvoer membersihkan saluran irigasi yang tersumbat.

Pada Rabu (15/7), Satgas Alat Berat selain melanjutkan normalisasi Saluran Kedunguling di Kelurahan Gebang juga melakukan pembersihan sampah di Saluran Porong Kanal, Kelurahan Porong, serta Saluran Mangetan Kanal di Dusun Dungus, Desa Sukodono, Kecamatan Sukodono. Material hasil pengerukan kemudian diangkut menggunakan spoillbak menuju TPA Jabon.

Tim alat berat juga melakukan normalisasi anak Afvoer Kedunguling di Desa Ganggangkepuhsari, Kecamatan Balongbendo.

Sementara itu, Satgas Afvoer dibagi ke sejumlah wilayah kerja, meliputi wilayah Kota, UPTD Trosobo, Prambon, Porong, dan Sumput.

Di wilayah Kota, petugas membersihkan Afvoer Kedunguling di Desa Larangan, Kecamatan Candi. UPTD Prambon menangani Afvoer Gedangklutuk di Desa Kendalsewu, Kecamatan Tarik.

UPTD Trosobo membersihkan Afvoer Sidorejo di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Afvoer Wilayut di Desa Cangkringsari, Kecamatan Sukodono, serta Afvoer Bader di Desa Simoangin-angin, Kecamatan Wonoayu.

Kemudian UPTD Porong melakukan pembersihan Afvoer Bahgepuk di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Afvoer Ngingas di Desa Jemirahan, Kecamatan Jabon, dan Afvoer Kedungkampil di Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong.

Sedangkan UPTD Sumput bergerak membersihkan Afvoer Bulubendo di Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Afvoer Sumber di Desa Kloposepuluh, Kecamatan Sukodono, Afvoer Karangbong 2 di Desa Wadungasih, Kecamatan Buduran, Afvoer Botokan atau Sinir di Desa Pepelegi, Kecamatan Waru, Afvoer Buntung di Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, serta Afvoer Jemundo di Desa Kedungturi, Kecamatan Taman.

DPUBMSDA memastikan kegiatan normalisasi sungai dan pembersihan afvoer akan terus dilakukan secara bertahap sesuai jadwal guna mengurangi risiko banjir saat musim penghujan tiba. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar sidoarjo
Irigasi Kemarau Sungai Saluran Normalisasi