Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Riset UI Ungkap Program Penanggulangan Tuberkulosis di Tjiwi Kimia Berjalan Efektif

Vega Dwi Arista • Selasa, 14 Juli 2026 | 07:34 WIB
PENELITIAN: Seminar terbuka hasil kolaborasi PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk dengan Universitas Indonesia (UI), Senin (13/7/2026) bertajuk "Bersama Kita Cegah TB di Tempat Kerja".
PENELITIAN: Seminar terbuka hasil kolaborasi PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk dengan Universitas Indonesia (UI), Senin (13/7/2026) bertajuk "Bersama Kita Cegah TB di Tempat Kerja".

RADAR SIDOARJO – Program penanggulangan tuberkulosis (TB) di lingkungan kerja PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, Tbk terbukti berjalan efektif. Selain mampu melindungi kesehatan pekerja, program tersebut juga berdampak positif terhadap produktivitas perusahaan.

Temuan itu dipaparkan dalam seminar terbuka hasil kolaborasi PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk dengan Universitas Indonesia (UI), Senin (13/7/2026). Seminar tersebut merupakan bagian dari penelitian tesis dokter perusahaan Tjiwi Kimia, dr Astri Paramarthaputri, mahasiswa Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

KOLABORASI: Seminar dihadiri para pekerja Tjiwi Kimia serta Public Affair & License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Beny Haryawan S.T., S.H., M.M., yang bertindak sebagai penguji dari pihak perusahaan.
KOLABORASI: Seminar dihadiri para pekerja Tjiwi Kimia serta Public Affair & License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Beny Haryawan S.T., S.H., M.M., yang bertindak sebagai penguji dari pihak perusahaan.

Kegiatan itu turut dihadiri para pekerja Tjiwi Kimia serta Public Affair & License Manager PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk, Beny Haryawan S.T., S.H., M.M., yang bertindak sebagai penguji dari pihak perusahaan.

Baca Juga: Kunjungi Sidoarjo, Menkes Janji Tes TBC Jadi Cepat dan Praktis

Dalam seminar bertajuk "Bersama Kita Cegah TB di Tempat Kerja", dr Astri menjelaskan bahwa evaluasi terhadap Program Penanggulangan TB yang diterapkan Tjiwi Kimia sejak 2023, sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja, menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berhasil menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, tetapi juga mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

Baca Juga: Gelar Skrining Massal dengan Chest X-Ray, Lapas Porong Sidoarjo Cegah Penyebaran TBC

"Dalam survei yang dilakukan, sebanyak 90,4 persen responden menilai implementasi program berjalan efektif. Sementara 87,5 persen pekerja mengetahui adanya program penanggulangan TB di perusahaan dan 88,6 persen memahami pentingnya deteksi dini penyakit tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kebijakan perusahaan, edukasi pekerja, skrining kesehatan, investigasi kontak, hingga pengukuran dampak program terhadap produktivitas perusahaan.

Baca Juga: Lima Bulan, Dinkes Sidoarjo Temukan Hampir 2.000 Kasus TBC, Ini Solusinya

Hasil evaluasi menunjukkan seluruh pekerja yang terdiagnosis TB berhasil mendapatkan pengobatan sesuai standar. Selain itu, seluruh responden menilai perusahaan memiliki kepedulian tinggi terhadap kesehatan pekerja, sedangkan 90,2 persen memberikan penilaian positif terhadap kebersihan lingkungan kerja setelah program diterapkan.

Keberhasilan tersebut juga mendapat pengakuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Penghargaan Program Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi atas implementasi program yang dinilai efektif.

Baca Juga: Kasus TBC di Sidoarjo Meningkat, Catat Jadwal dan Lokasi Skrining Dinkes Bulan Ini

"Dengan lingkungan kerja yang sehat, angka ketidakhadiran pekerja akibat sakit dapat ditekan, produktivitas meningkat, dan risiko penularan penyakit di lingkungan kerja dapat diminimalkan," jelasnya.

Melalui program tersebut, lanjut dr Astri, perusahaan berharap kesadaran seluruh pekerja terhadap bahaya TB terus meningkat sehingga upaya deteksi dini, pengobatan, dan pencegahan dapat berjalan semakin optimal.

"Pengendalian TB di tempat kerja bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi strategi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus melindungi kesehatan pekerja. Bersama kita bisa cegah TB, karena TB dapat disembuhkan," pungkasnya. (vga)

Editor : Vega Dwi Arista
universitas indonesia Pekerja Tjiwi Kimia Tuberkulosis penelitian