Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Bekas Halte di Gedangan Sidoarjo Diduga Jadi Tempat Asusila, Warga Tutup Akses Masuk

Suryanto • Senin, 13 Juli 2026 | 14:41 WIB
DISEGEL: Bangunan bekas halte kereta api di kawasan Sawotratap, Kecamatan Gedangan ditutup warga. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)
DISEGEL: Bangunan bekas halte kereta api di kawasan Sawotratap, Kecamatan Gedangan ditutup warga. (SURYANTO/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Sebuah bangunan bekas halte kereta api di kawasan Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, menjadi perhatian warga setelah diduga kerap digunakan sebagai tempat berbuat asusila. Dugaan tersebut mencuat setelah beredar di media sosial.

Pantauan di lokasi, Senin (13/7), bangunan berukuran sekitar 5 x 3 meter itu berada di sisi kiri Jalan Raya Gedangan dari arah Surabaya menuju Sidoarjo. Kondisinya tampak kumuh, tidak terawat, serta dipenuhi sampah.

Baca Juga: Tersangka Dugaan Rudapaksa di Padepokan Sidoarjo Mangkir Panggilan Polisi

Di dalam bangunan ditemukan sejumlah botol bekas yang diduga bekas minuman beralkohol, serta bungkus dan alat kontrasepsi bekas. Pintu bangunan juga telah dipasangi garis bertuliskan police line oleh warga sebagai penanda bahwa lokasi tersebut telah ditutup.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penutupan dilakukan warga pada Minggu (12/7) dini hari. Warga mengaku resah karena bangunan kosong tersebut diduga sering digunakan untuk aktivitas yang melanggar norma.

Baca Juga: Malam 1 Suro, Polisi Perketat Patroli di Sidoarjo Barat

Salah seorang warga, Reza (35), mengatakan penutupan dilakukan setelah warga menerima sejumlah laporan dari masyarakat.

"Kami bersama teman-teman komunitas memasang police line agar bangunan ini tidak lagi digunakan. Selama ini kami beberapa kali menerima laporan dari warga yang mengaku melihat dua orang sesama jenis berada di dalam ruangan tersebut. Ada juga laporan bahwa tempat ini diduga digunakan untuk aktivitas maksiat lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Polisi Bongkar dan Bakar Arena Sabung Ayam di Tulangan Sidoarjo

Reza menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, orang-orang yang datang ke lokasi diduga terlebih dahulu berkomunikasi melalui grup WhatsApp maupun media sosial. Namun, ia menegaskan informasi tersebut masih sebatas laporan warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Keterangan serupa disampaikan Efendi (40), warga yang sehari-hari beraktivitas di sebuah warung kopi di seberang Jalan Frontage Road. Ia mengaku pernah melihat dua pria memasuki bangunan bekas halte saat hujan deras.

Baca Juga: Proyektil Peluru Berserakan di Depan SPBU Singkalan Sidoarjo, Polisi Lakukan Penyelidikan

"Awalnya saya mengira mereka hanya berteduh karena hujan. Namun setelah cukup lama tidak keluar, saya bersama beberapa warga mendekati lokasi dan mendapati keduanya dalam kondisi tidak pantas," tuturnya.

Menurut Efendi, kejadian serupa bukan hanya sekali terjadi. Ia mengaku beberapa kali melihat orang keluar masuk bangunan tersebut, meski tidak mengetahui identitas maupun asal mereka.

Sementara itu, Kapolsek Gedangan AKP AA Gede Putra Wismana mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan penggunaan bangunan bekas halte tersebut sebagai tempat perbuatan asusila.

"Sampai saat ini kami belum menerima laporan. Jika memang ada informasi seperti itu, tentu akan kami cek dan tindak lanjuti," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana atau aktivitas yang meresahkan agar dapat dilakukan pengecekan dan penanganan sesuai prosedur. (sur/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
akses warga asusila Gedangan Halte