Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

TPS3R Bringinbendo Taman Sidoarjo Minta Dukungan Pemerintah

Diky Putra Sansiri • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:21 WIB
MANDIRI: TPS3R Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, membutuhkan perluasan hanggar, tambahan armada, hingga mesin pengolah sampah untuk meningkatkan kapasitas layanan. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
MANDIRI: TPS3R Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, membutuhkan perluasan hanggar, tambahan armada, hingga mesin pengolah sampah untuk meningkatkan kapasitas layanan. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO – Di tengah persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah, TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, menunjukkan capaian yang patut diapresiasi.

Selama lima tahun terakhir, seluruh sampah yang dihasilkan warga berhasil dikelola secara mandiri tanpa satu pun dikirim ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Jabon.

Baca Juga: Lima Tahun Nol Sampah ke TPA, TPS3R Bringinbendo Taman Sidoarjo Olah hingga 7 Ton Sampah per Hari

Meski demikian, keberhasilan tersebut masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Mulai dari kapasitas bangunan yang sempit, armada pengangkut yang minim, hingga belum tersedianya mesin pemilah dan pengolah sampah. Karena itu, pengelola berharap mendapat dukungan dari pemerintah maupun pihak swasta.

Sekretaris BUMDes Maju Jaya Makmur (MJM) Bringinbendo, Ivan Yudhistira, mengatakan TPS3R setiap hari menerima lima hingga tujuh ton sampah dari warga. Seluruh proses pengolahan masih dilakukan secara manual karena belum didukung peralatan yang memadai.

Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Kucurkan Rp 18,14 M untuk Penguatan TPS 3R, Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Desa

"Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dapat memberikan bantuan. Kami sudah membuktikan mampu mengelola sampah secara mandiri, tinggal bagaimana fasilitasnya bisa ditingkatkan," ujarnya, Jumat (10/7).

Menurut Ivan, kebutuhan paling mendesak adalah perluasan bangunan TPS3R. Saat ini hanggar utama hanya berukuran 12 x 10 meter, sehingga dinilai tidak lagi mampu menampung volume sampah yang terus meningkat.

Baca Juga: 892 Ton Sampah Per Hari di Sidoarjo, Ancaman Krisis TPA Jabon dalam Tujuh Tahun

"Bangunan kami termasuk kecil dibandingkan TPS3R di desa lain. Kalau timbunan sampah terlalu tinggi, asap pembakaran mengganggu teman-teman yang memilah sampah dan tentu kurang baik bagi kesehatan mereka," katanya.

Selain perluasan bangunan, TPS3R juga membutuhkan tambahan dua unit kendaraan roda tiga atau tossa untuk mengangkut sampah. Armada yang digunakan saat ini merupakan kendaraan bekas yang kerap mengalami kerusakan.

saBaca Juga: Sampah Liar Kian Marak, DLHK Sidoarjo Siagakan 700 Petugas dan CCTV

"Kalau armada rusak, pelayanan ke masyarakat otomatis ikut terganggu. Karena itu kami berharap ada tambahan dua unit kendaraan," jelasnya.

Ivan juga berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan pelatihan kepada petugas TPS3R, baik bagi tenaga pemilah maupun operator pembakaran sampah.

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia penting agar pengelolaan sampah tidak hanya selesai diolah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi.

"Sekarang isu sustainability berkembang pesat. Harapan kami, sampah bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Kami melihat di Bali ada teknologi yang mengolah sampah plastik menjadi meja, paving block, dan berbagai produk lainnya. Itu yang ingin kami pelajari," ungkapnya.

Selain itu, TPS3R Bringinbendo juga masih membutuhkan berbagai peralatan pendukung, seperti konveyor, mesin pemilah, mesin pencacah, hingga mesin pengolah kompos. Selama ini proses pemilahan masih dilakukan secara manual setelah sampah diturunkan dari kendaraan.

"Kami belum memiliki konveyor maupun mesin pemilah. Kalau suatu saat mendapat satu paket bantuan seperti program pemerintah pusat, tentu akan sangat membantu," katanya.

Ivan menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, bantuan pembangunan TPS3R dari pemerintah senilai sekitar Rp600 juta mencakup pembangunan gedung, kendaraan pengangkut, konveyor, mesin pencacah, mesin pemilah, hingga mesin pengolah kompos.

Di samping kebutuhan sarana dan prasarana, peningkatan disiplin sumber daya manusia juga menjadi perhatian.

"Masih perlu pelatihan agar teman-teman memahami standar operasional. Sampah yang sudah dipilah dan tidak memiliki nilai jual jangan ditumpuk terlalu lama, tetapi segera dimusnahkan melalui pembakaran sesuai prosedur," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bringinbendo, Soleh Dwi Cahyono, menegaskan TPS3R desanya telah membuktikan mampu mengelola sampah secara mandiri sejak mulai beroperasi pada 2021.

"Selama lima tahun ini, sampah dari Desa Bringinbendo tidak pernah dikirim ke TPA. Seluruhnya dikelola sendiri di TPS3R," tegasnya.

Soleh berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pertimbangan pemerintah untuk memberikan dukungan yang lebih besar, sehingga kapasitas pengelolaan sampah di Desa Bringinbendo dapat terus ditingkatkan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Pemerintah #TPS3R #Dukungan #Bantuan #Sampah