RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mempercepat transformasi digital dengan memperkuat sistem keamanan siber.
Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan perusahaan keamanan siber asal Korea Selatan, LSWare Inc, guna melindungi data pemerintahan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital.
Kolaborasi ini dinilai penting mengingat ancaman serangan siber terhadap sistem pemerintahan terus meningkat, mulai dari ransomware, peretasan, hingga kebocoran data. Di sisi lain, digitalisasi layanan publik yang semakin masif menuntut sistem perlindungan data yang lebih kuat dan andal.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Salurkan 4 Ribu Beasiswa, Ini Pesan Bupati
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, menegaskan percepatan transformasi digital tidak boleh mengabaikan aspek keamanan informasi.
"Pemkab Sidoarjo berkomitmen mempercepat transformasi digital pemerintahan. Karena itu, penguatan sistem keamanan menjadi perhatian utama agar kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data pemerintah tetap terjaga," ujarnya.
Menurut Fenny, kerja sama dengan LSWare Inc diharapkan mampu memperkuat tata kelola layanan digital di lingkungan Pemkab Sidoarjo sehingga lebih siap menghadapi berbagai ancaman siber.
"Kami berharap dukungan LSWare Inc semakin memperkuat tata kelola layanan digital di Sidoarjo. Dengan begitu, sistem digitalisasi pelayanan publik akan lebih responsif dalam menghadapi berbagai potensi serangan siber," katanya.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Soroti Tingginya Kasus Narkoba di Wonoayu
Ia menambahkan, penguatan keamanan siber menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Sebab, insiden kebocoran data maupun gangguan terhadap sistem digital dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
"Keamanan siber harus terus diperkuat agar kebocoran data dapat dicegah. Dengan penguatan kapasitas ini, layanan digital di Sidoarjo diharapkan semakin aman, andal, dan mampu menghadapi berbagai risiko serangan siber," tegasnya.
Baca Juga: Bupati Wajibkan ASN Kenakan Batik Khas Sidoarjo dan Udeng Pacul Gowang
Sementara itu, Direktur LSWare Inc Indonesia, Kim Mansun, mengatakan percepatan transformasi digital yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia, juga diikuti meningkatnya ancaman terhadap sistem teknologi informasi pemerintah.
Baca Juga: Bupati Subandi Minta ASN Pakai Batik Sidoarjo, Surat Edaran Diterbitkan Mulai Senin
"Transformasi digital membuat pelayanan publik semakin bergantung pada teknologi informasi. Namun, di saat yang sama ancaman siber juga meningkat secara signifikan," ujarnya.
Menurut Kim, pemerintah daerah umumnya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur keamanan dan sumber daya manusia di bidang keamanan siber. Kondisi tersebut membuat sistem pemerintahan lebih rentan terhadap serangan.
"Pemerintah daerah sering menghadapi keterbatasan infrastruktur keamanan dan tenaga ahli sehingga lebih rentan terhadap serangan seperti ransomware, peretasan, maupun kebocoran data," jelasnya.
Ia menambahkan, LSWare memiliki pengalaman dalam berbagai solusi keamanan digital, mulai dari keamanan server, privileged access management, hingga manajemen kerentanan sistem. Perusahaan tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan PT SUCOFINDO serta mengantongi sertifikasi SecuMS (Security and Management System) dan Omniguard dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Kami berharap kerja sama ini menjadi awal kemitraan yang kuat untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman dan tangguh, sehingga pemerintah daerah dapat memberikan layanan publik yang semakin andal bagi masyarakat," tuturnya.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) dengan LSWare Inc yang ditandatangani di Korea Selatan pada tahun lalu.
Kesepakatan itu berfokus pada penguatan keamanan siber serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di lingkungan pemerintah daerah.
Sebagai implementasinya, Pemkab Sidoarjo menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan keamanan siber secara langsung di Korea Selatan. Dalam kunjungannya ke Sidoarjo, Direktur LSWare Indonesia Kim Mansun bersama Direktur Eksekutif ASKOMPSI Edy Santoso juga memaparkan berbagai solusi keamanan siber yang dapat diterapkan untuk memperkuat sistem digital pemerintahan daerah. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista