Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kepala Puskesmas Diminta Fokus Tekan Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo, Krian dan Porong Jadi Prioritas

Diky Putra Sansiri • Jumat, 3 Juli 2026 | 17:20 WIB
ILUSTRASI: Pasien HIV/AIDS menjalani pengobatan di salah satu puskesmas.
ILUSTRASI: Pasien HIV/AIDS menjalani pengobatan di salah satu puskesmas.

RADAR SIDOARJO - Tingginya angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meminta seluruh kepala puskesmas memperkuat upaya pencegahan, deteksi dini, edukasi, serta pendampingan kepada masyarakat, terutama di Kecamatan Krian dan Porong yang mencatat jumlah kasus tertinggi.

Menurut Mimik, penanganan HIV/AIDS merupakan pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan secara bersama-sama oleh pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Kukuhkan 29 Kepala Puskesmas, Ini Daftarnya

"Ini menjadi PR kita bersama. Mari kita basmi HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo melalui upaya pencegahan, edukasi, deteksi dini, dan pendampingan kepada masyarakat," tegasnya.

Berdasarkan data hingga April 2026, jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo mencapai 7.129 orang. Angka tersebut meningkat 215 kasus dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 6.914 kasus. Kecamatan Porong dan Krian menjadi dua wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Buka 1.000 Yatim Camp, Dorong Anak Yatim Berani Bermimpi dan Mandiri

Mimik mengatakan, tingginya angka tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat langkah pencegahan. Di sisi lain, ia bersyukur kasus-kasus yang ada telah berhasil terdeteksi sehingga penderita dapat segera memperoleh penanganan.

"Alhamdulillah segera diketahui. Ternyata di Sidoarjo sudah sekian ribu masyarakat yang terkena HIV. Ini menjadi tugas puskesmas dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mengantisipasi serta mencarikan solusi agar jumlah kasus tidak terus bertambah," ujarnya.

Baca Juga: Wabup Sidoarjo Ajak Guk Yuk Cilik Jadi Duta Kreatif Promosikan Wisata 

Selain penanganan penyakit, Mimik juga mengingatkan seluruh jajaran UPTD Puskesmas agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kedisiplinan aparatur menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal.

"Tepat waktu. Itu saja. Harus tepat waktu. Kinerjanya seperti apa nanti akan kita pantau. Yang penting UPTD yang terpilih ini ke depannya diperhatikan kedisiplinannya," katanya.

Mimik juga membantah informasi yang menyebut Kabupaten Sidoarjo mengalami kekurangan obat untuk penanganan HIV/AIDS.

"Itu info hoaks," tegasnya.

Ia menegaskan, penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya mengandalkan tenaga kesehatan. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat dalam memutus rantai penularan melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan secara dini, serta menghilangkan stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).

"Lebih dari 7.000 kasus ini menjadi PR bagi Kabupaten Sidoarjo. Solusinya harus terus kita lakukan bersama, dan berbagai langkah penanganan juga sudah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo," ungkapnya.

Mimik optimistis, dengan kolaborasi seluruh pihak serta pelayanan kesehatan yang semakin profesional, upaya menekan laju penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo akan semakin efektif sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Porong #HIV/AIDS #kepala #kasus #Krian