Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Mengaku Ditelantarkan Anak dan Menantu di Kos Sukodono Sidoarjo, Lansia 71 Tahun Bertahan Hidup dari Belas Kasih Tetangga

Diky Putra Sansiri • Jumat, 3 Juli 2026 | 10:28 WIB
BERCERITA: Mustofa (kiri) dan Kepala UPT PP-REHSOS (Liponsos) Dinsos Kabupaten Sidoarjo Kristian Yudi Arianto saat ditemui di Liponsos Sidoarjo, Kamis (2/7) petang. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BERCERITA: Mustofa (kiri) dan Kepala UPT PP-REHSOS (Liponsos) Dinsos Kabupaten Sidoarjo Kristian Yudi Arianto saat ditemui di Liponsos Sidoarjo, Kamis (2/7) petang. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Selama satu tahun terakhir, Mustofa, 71, menjalani hari-harinya seorang diri di sebuah kamar kos sederhana di Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo. 

Di usia senja dan dalam kondisi terserang stroke, ia mengaku ditinggalkan oleh anak serta menantunya tanpa pernah lagi dijenguk maupun diberi nafkah. Untuk sekadar bertahan hidup, ia mengandalkan makanan yang diberikan para tetangga sekitar.

Baca Juga: Liponsos Sidoarjo Kondisinya Memprihatinkan, Butuh Perbaikan dan Penambahan Sarpras

Kini Mustofa telah dievakuasi ke Liponsos (Lingkungan Pondok Sosial) Sidoarjo. Saat ditemui Kamis (2/7) petang, matanya berkaca-kaca ketika mengenang perlakuan yang diterimanya dari keluarga sendiri.

Pria kelahiran Surabaya itu menceritakan, dirinya pindah ke Sidoarjo pada tahun 2000 dan sempat memiliki rumah di kawasan Suko. Namun rumah tersebut kemudian dijual. Setelah itu, ia tinggal bersama anak ketiganya yang telah berkeluarga di Desa Bohar, Kecamatan Taman.

Baca Juga: Penghuni Liponsos Sidoarjo Didominasi ODGJ, Belasan Dirujuk ke RSJ

Di rumah anaknya, Mustofa mengaku banyak membantu mengurus cucu pertamanya. Mulai memandikan, memberi makan hingga menyusui dengan susu botol dilakukan setiap hari.

"Waktu anak pertama mereka lahir, saya yang merawat seharian. Yang mandiin, kasih makan, kasih susu, pokoknya saya yang ngurus," kenangnya.

Baca Juga: Komisi D DPRD Sidoarjo Beri Motivasi dan Hiburan untuk Warga Binaan Liponsos

Namun keadaan berubah setelah kesehatannya menurun akibat stroke. Menurut Mustofa, kondisi itu diduga menjadi alasan dirinya tidak lagi diinginkan tinggal bersama keluarga.

"Saya sakit stroke, jadi sudah tidak bisa bantu mereka lagi. Mungkin karena itu," ucapnya lirih.

Baca Juga: Sudah Tidak Layak, Dewan Getol Usulkan Pembangunan Liponsos

Mustofa mengaku tidak pernah menyangka akan dibawa ke sebuah rumah kos di Desa Masanganwetan. Menurutnya, seluruh barang miliknya dipindahkan begitu saja oleh sang menantu tanpa ada penjelasan.

"Itu barang-barang saya diangkat sama dia. Sudah masuk kos, saya ditaruh di situ, terus ditinggal begitu saja. Tidak bilang apa-apa," tuturnya.

Sejak saat itu, Mustofa mengatakan anak maupun menantunya tidak pernah sekalipun datang menjenguk.

"Enggak pernah. Sama sekali tidak pernah," katanya.

Bahkan, kebutuhan makan sehari-hari bukan dipenuhi keluarganya, melainkan oleh warga sekitar yang merasa iba.

"Makan ya dari tetangga. Tetangga yang ngasih," ujarnya.

Tak hanya itu, Mustofa juga mengungkapkan uang sewa kamar kos sempat menunggak selama berbulan-bulan. Ia menduga anaknya malu menemuinya karena persoalan tunggakan tersebut.

"Mungkin malu karena punya utang kos," katanya.

Mustofa diketahui telah lama ditinggal istrinya yang meninggal dunia. Ia memiliki tiga anak perempuan, masing-masing tinggal di Rungkut, Surabaya, Kalimantan, dan Sidoarjo.

Di tengah kesendiriannya, radio menjadi satu-satunya teman yang menemani hari-harinya. Dari radio, ia mengikuti berbagai informasi mulai dari berita kriminal, kemacetan, hingga siaran wayang kulit pada malam hari.

"Saya sehari-hari nyetel radio. Hiburannya cuma radio. Kalau malam senang dengar wayang kulit. Ada berita maling, kecelakaan, jalan macet, orang hilang, saya tahu semua dari radio," tuturnya.

Saat kondisi kesehatannya memburuk, Mustofa mengaku harus merawat dirinya sendiri. Bahkan ketika meminta tolong kepada anaknya untuk membelikan obat, permintaannya tidak dihiraukan.

"Kalau sakit saya sendiri yang merawat. Pernah minta tolong dibelikan obat ke anak, tapi tidak mau," pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#sakit #kos #Sukodono #Lansia #Liponsos