Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

SDN Waung Ambruk, Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 884 Juta untuk Rehabilitasi 

Diky Putra Sansiri • Jumat, 26 Juni 2026 | 16:23 WIB


MEMPRIHATINKAN: Bupati Sidoarjo Subandi memastikan rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu ruang penunjang SDN Waung. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO) 
MEMPRIHATINKAN: Bupati Sidoarjo Subandi memastikan rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu ruang penunjang SDN Waung. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO) 

RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bergerak cepat menangani kerusakan bangunan SDN Waung, Kecamatan Krembung, setelah atap ruang kelas sekolah tersebut ambruk.

Bupati Sidoarjo Subandi memastikan rehabilitasi tiga ruang kelas dan satu ruang penunjang akan dimulai pada Agustus 2026 dengan anggaran sekitar Rp 884 juta.

Baca Juga: SDN Pucang II Sidoarjo, Sekolah Masa Kecil Bung Karno, Diusulkan Jadi Cagar Budaya

Perbaikan tersebut menjadi tahap awal rehabilitasi bangunan sekolah yang kondisinya dinilai sudah membutuhkan penanganan menyeluruh. Sementara lima ruang lainnya akan diusulkan untuk diperbaiki pada tahun anggaran 2027.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, hasil inspeksi mendadak (sidak) di SDN Waung menunjukkan terdapat sejumlah bagian konstruksi yang harus diperkuat agar bangunan lebih aman dan nyaman digunakan.

Baca Juga: Daftar Proyek Rehabilitasi Gedung Sekolah di Sidoarjo yang Dikerjakan Tahun Ini 

“Hari ini kita sidak di SDN Waung. Insyaallah perbaikan akan dilaksanakan bulan Agustus dengan nilai anggaran kurang lebih Rp 884 juta. Setelah kita lihat konstruksinya, memang harus diperbaiki secara menyeluruh,” ujar Subandi saat sidak, Jumat (26/6).

Menurutnya, perbaikan tidak hanya sebatas mengganti atap yang rusak, tetapi juga mencakup penguatan struktur bangunan, pondasi, hingga lantai. Material yang digunakan juga harus memiliki kualitas baik agar bangunan lebih kokoh dan tahan lama.

Baca Juga: Golkar Sidoarjo Buka Akses Pendidikan bagi Warga Putus Sekolah

“Nanti kita gunakan material yang bagus. Bagian bata yang rusak juga harus dibenahi. Ada perbaikan lantai, slup, dan bagian lainnya agar bangunan tidak mengalami pergerakan,” jelasnya.

Subandi menyebut, tahap pertama rehabilitasi akan menyasar empat ruangan, yakni tiga ruang kelas dan satu ruang penunjang. Sedangkan bagian bangunan lainnya akan dilanjutkan pada 2027.

Baca Juga: Sidoarjo Dapat Dukungan 21 Revitalisasi Sekolah dan 50 Kuota Kerja ke Jepang

Selain rehabilitasi ruang sekolah, Pemkab Sidoarjo juga akan melakukan peninggian bangunan di sisi belakang sekolah yang selama ini kerap terdampak banjir saat hujan turun.

“Bagian belakang juga akan kita naikkan karena setiap hujan air masuk ke sekolah. Harapannya anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan aman,” tuturnya.

Terkait penyebab ambruknya atap ruang kelas, Subandi menyebut faktor usia bangunan menjadi salah satu penyebab utama. Kayu penyangga atap dinilai sudah mengalami pelapukan sehingga perlu diganti dengan material yang lebih kuat.

“Kalau melihat kondisinya, kayu sudah lapuk semua. Karena itu nanti menggunakan baja ringan. Genteng masih bisa digunakan, tetapi pemasangan plafon harus diawasi dengan baik,” tegasnya.

Ia juga meminta pengawasan proyek dilakukan secara maksimal sejak tahap perencanaan hingga pengerjaan. Menurutnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus aktif memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar.

“PPK harus turun ke lapangan dan memastikan pekerjaan kontraktor berkualitas. Jangan hanya memberikan rekomendasi, tetapi harus benar-benar melakukan pengawasan,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr Netty Lastiningsih, menjelaskan dua ruang yang mengalami kerusakan merupakan ruang kelas 4 dan kelas 5.

Kedua ruang tersebut sebenarnya sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak awal 2026 karena kondisinya dianggap berisiko bagi keselamatan siswa.

Saat ini, proses rehabilitasi masih dalam tahap penyelesaian dokumen perencanaan dan gambar teknis oleh konsultan. Setelah dokumen rampung, proyek akan memasuki proses lelang dengan target pekerjaan fisik dimulai Agustus 2026.

Netty juga menjadikan kejadian di SDN Waung sebagai evaluasi bagi seluruh kepala sekolah agar rutin memperbarui data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) serta Sisardik (Sarana dan Prasarana Pendidikan) sesuai kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar pemerintah dalam menentukan skala prioritas rehabilitasi sekolah dan penyusunan anggaran perbaikan sarana pendidikan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#SDN #pemkab #Ambruk #rehabilitasi #Sekolah