RADAR SIDOARJO - Progres pembangunan Flyover Gedangan terus bergerak maju. Setelah dokumen Detail Engineering Design (DED) dinyatakan rampung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo kini fokus mempercepat proses pembebasan lahan agar pembangunan fisik dapat dimulai sesuai target pada 2027.
Pemaparan DED proyek Flyover Gedangan dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) kepada Pemkab Sidoarjo di Ruang Opsroom Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sidoarjo, Jumat (26/6).
Baca Juga: Percantik Wajah Sidoarjo, 346 Bunga Bugenvil Menghiasi Flyover Jenggolo
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, seluruh tahapan perencanaan teknis telah selesai. Saat ini pemerintah tinggal menyelesaikan tahapan pembebasan lahan sebelum proyek masuk ke tahap konstruksi.
“Hari ini alhamdulillah kita melakukan pemaparan Flyover Gedangan bersama PT KAI dan pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi pembangunan. DED sudah selesai semuanya, perencanaan juga sudah selesai, tinggal tahapan pembebasan lahan,” ujar Subandi.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Akan Bentuk Empat Tim Pembebasan Lahan Flyover Gedangan
Ia menjelaskan, proses sosialisasi pembebasan lahan telah dimulai pada Juni 2026. Selanjutnya, proses penilaian harga lahan atau appraisal ditargetkan selesai pada Juli 2026, sehingga pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan dapat dilakukan pada Agustus hingga September.
“Pembebasan sudah dimulai melalui sosialisasi bulan Juni. Appraisal bulan Juli harus selesai. Kalau Juli selesai, pembayaran bisa dimulai bulan Agustus atau September,” jelasnya.
Baca Juga: Ini Perkembangan Pembebasan Lahan Flyover Gedangan Sidoarjo hingga Sekarang
Untuk kebutuhan pembebasan lahan, Pemkab Sidoarjo memperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 450 miliar. Sementara anggaran yang tersedia saat ini baru sekitar Rp 200 miliar.
Karena itu, Subandi telah meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menyiapkan skema penambahan anggaran melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).
“Kita sudah perintahkan BPKAD terkait PAK. Nanti anggaran bisa digeser untuk memenuhi kebutuhan pembebasan lahan,” tegasnya.
Subandi optimistis apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan Flyover Gedangan dapat dimulai dan ditargetkan berdiri pada 2027.
“Kalau semua sudah terpenuhi, insyaallah tahun 2027 flyover akan berdiri,” katanya.
Menurutnya, keberadaan Flyover Gedangan sangat dinantikan masyarakat karena akan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di kawasan perlintasan sebidang Gedangan yang selama ini menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas di Sidoarjo.
“Kita berdoa mudah-mudahan dengan keguyuban dan kekompakan semua pihak, flyover yang selama ini menjadi pekerjaan rumah Kabupaten Sidoarjo karena kawasan tersebut selalu padat bisa segera terwujud,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Muhammad Makhmud memastikan desain Flyover Gedangan telah final.
Menurutnya, pemaparan kepada kepala daerah menjadi salah satu tahapan sebelum desain tersebut disampaikan lebih luas kepada masyarakat.
“Iya, DED sudah final,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista