RADAR SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo mulai mengakselerasi pelaksanaan proyek pembangunan tahun anggaran 2026. Sebanyak 25 paket pekerjaan konstruksi dengan nilai kontrak sekitar Rp 108,5 miliar resmi memasuki tahap penandatanganan kontrak sebagai bentuk komitmen mewujudkan pembangunan yang berkualitas, transparan, dan tepat sasaran.
Penandatanganan kontrak bersama paket pekerjaan konstruksi tersebut dilaksanakan di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (18/6), dan dihadiri para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, serta konsultan pengawas.
Baca Juga: Pemkab Sidoarjo Teken Kontrak 25 Paket Proyek Konstruksi Senilai Rp 108,5 Miliar
Bupati Sidoarjo Subandi meminta seluruh pelaksana proyek menjadikan pengalaman keterlambatan pekerjaan dan deviasi pembangunan sebelumnya sebagai bahan evaluasi. Ia menegaskan, setiap proyek harus dikerjakan sesuai jadwal dengan tetap mengedepankan kualitas.
“Kita ingin berbenah. Kita koreksi persoalannya sampai di mana. Ke depan kontraktor harus bekerja tepat waktu dan mutunya harus bagus,” tegas Subandi.
Baca Juga: Balap Liar Masih Marak, Ini Perkembangan Proyek Sirkuit di Sedati Sidoarjo
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sidoarjo Mohammad Bahrul Amig menjelaskan, pada Tahun Anggaran 2026 Pemkab Sidoarjo menyiapkan 93 paket tender dengan total pagu anggaran mencapai Rp 290,3 miliar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 paket pekerjaan konstruksi dengan total nilai kontrak sekitar Rp 108,5 miliar telah memasuki tahap penandatanganan kontrak dan siap dilaksanakan.
Baca Juga: Desa Tak Punya Lahan, Bupati Sidoarjo Arahkan Koperasi Merah Putih Tetap Jalan lewat Pasar Murah
“Pada Tahun Anggaran 2026 terdapat 93 paket tender dengan total pagu anggaran Rp 290,3 miliar,” ujar Bahrul Amig.
Ia menjelaskan, 25 paket pekerjaan tersebut terdiri dari 20 paket rehabilitasi gedung sekolah di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo dengan nilai total Rp 14,46 miliar.
Daftar rehabilitasi gedung sekolah di antaranya:
1. Rehab berat SDN Krian 1 Rp 583,18 juta.
2. Rehab berat SDN Entalsewu Buduran Rp 1,03 miliar.
3. Rehab berat SDN Semampir 1 Sedati Rp 322,67 juta.
4. Rehab berat SDN Cemengbakalan 2 Sidoarjo Rp 427,01 juta.
5. Rehab berat SDN Becirongengor Wonoayu Rp 613,86 juta.
6. Rehab berat SDN Semambung 2 Gedangan Rp 403,93 juta.
7. Rehab berat SDN Pepelegi 2 Waru Rp 619,58 juta.
8. Rehab berat SDN Kramatjegu 2 Taman Rp 1,06 miliar.
9. Rehab berat SDN Sidokerto Buduran Rp 874,01 juta.
10. Rehab berat SDNK Kramat Temenggung Tarik Rp 336,19 juta.
11. Rehab berat SDN Krembung 2 Rp 745,05 juta.
12. Rehabilitasi SMPN 1 Taman Rp 999,99 juta.
13. Rehabilitasi SDN Sawotratap 1 Gedangan Rp 857,28 juta.
14. Rehab berat SDN Cemengkalang Sidoarjo Rp 1,09 miliar.
15. Rehabilitasi SDN Boro Tanggulangin Rp 734,31 juta.
16. Rehabilitasi SDN Kepuhkiriman 2 Waru Rp 650,22 juta.
17. Rehabilitasi SDN Pagerwojo Buduran Rp 935,25 juta.
18. Rehab berat SDN Pulungan Sedati Rp 836,68 juta.
19. Rehab berat SDN Ketimang Wonoayu Rp 374,77 juta.
Menurut dia, kualitas pekerjaan menjadi hal utama karena seluruh anggaran pembangunan bersumber dari uang masyarakat. Karena itu, penyedia jasa diminta bertanggung jawab penuh agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi warga Sidoarjo. (vga/dik)
Editor : Vega Dwi Arista