RADAR SIDOARJO - Suara khas motor dua tak yang meraung di kawasan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sidoarjo, Minggu (31/5), membawa Bupati Sidoarjo Subandi bernostalgia ke masa mudanya.
Di hadapan ratusan pecinta motor 2 tak dari berbagai daerah di Indonesia, Subandi mengaku pernah menjadi penghobi berat balap jalanan atau herex sejak masih duduk di bangku sekolah.
Baca Juga: Warga Gempolsari Masih Krisis Air Bersih, Bupati Sidoarjo Siapkan Bantuan Tangki PDAM
Pengakuan itu disampaikan saat menghadiri event Sidoarjo Jayandaru Vol 1 All 2 Stroke, yang menjadi ajang berkumpulnya para pecinta motor dua tak dari berbagai kota bahkan luar Pulau Jawa.
"Saya itu mulai kecil, mulai SMP sudah balapan. Waktu SMA balapan di Porong, Pondok Candra, sampai Jalan Raya Wonokromo Surabaya. Kita dulu penghobi sangat berat," ujar Subandi.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Bedah Empat Rumah Tak Layak di Pabean Sedati, Siap Direhab Juni
Ia mengenang masa ketika dirinya menunggangi Suzuki RGR-150 dan kerap beradu kecepatan dengan pengendara Yamaha RX-King maupun Yamaha F1ZR di jalan raya.
"Saya dulu punya Suzuki RGR-150. Kalau berlawanan balapan dengan anak F1ZR, nggak pernah kalah. Balapan dari Jalan Raya Wonokromo sampai Jalan Raya Porong, itu yang dulu kita lakukan," kenangnya.
Baca Juga: Bupati Pantau Pilkades Rawan Konflik, Pastikan Pencoblosan di Sidoarjo Aman dan Kondusif
Meski demikian, Subandi menegaskan bahwa era kebut-kebutan di jalan raya sudah seharusnya ditinggalkan. Menurutnya, motor dua tak saat ini lebih tepat dinikmati sebagai sarana rekreasi dan wisata bersama keluarga.
"Nah, ini mengingatkan masa lalu. Tapi saya mengharapkan jangan kebut-kebutan. Sudah nggak zamannya lagi. Mari kita nikmati kendaraan dua tak ini untuk berekreasi dengan keluarga," tegasnya.
Menurutnya, kecintaan terhadap motor dua tak tidak mengenal usia. Bahkan di usianya yang kini 54 tahun, semangat terhadap motor legendaris tersebut masih tetap terjaga.
"Penggemar dua tak itu tidak melihat usia. Saya usia 54 tahun masih pecinta dua tak seperti ini. Karena itu mari kita nikmati kendaraan ini untuk keluarga, bukan untuk kebut-kebutan," katanya.
Event Sidoarjo Jayandaru Vol 1 sendiri mendapat sambutan luar biasa. Sebanyak 110 peserta mengikuti kontes motor dua tak yang berasal dari berbagai daerah, mulai Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga luar pulau.
"Pesertanya kurang lebih 110 orang. Yang paling jauh dari Banjarmasin, ada juga dari Ambon, Kabupaten Madiun, Solo, Semarang, dan daerah lainnya," ungkap Subandi.
Melihat tingginya antusiasme peserta dan pengunjung, Pemkab Sidoarjo berencana kembali menggelar kegiatan serupa pada masa mendatang. Bahkan Subandi berjanji akan menambah hadiah untuk menarik lebih banyak pecinta motor dua tak datang ke Kota Delta.
"Mudah-mudahan nanti tahun depan atau kegiatan berikutnya kita adakan lagi. Saya ingin animo pecinta dua tak dari seluruh Indonesia datang ke Sidoarjo untuk wisata dan berkumpul bersama," ujarnya.
Ia berharap ajang tersebut dapat menjadi wadah positif bagi komunitas motor dua tak sekaligus mendongkrak sektor wisata dan ekonomi daerah melalui kunjungan para peserta dari berbagai wilayah Indonesia. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista