Aplikasi Online Bantu Dongkrak Penjualan Kambing di Sidoarjo

Vega Dwi Arista • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 15:21 WIB
IDUL ADHA: Stok hewan kurban di lapak Wadungasri, Waru, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
IDUL ADHA: Stok hewan kurban di lapak Wadungasri, Waru, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Menjelang Raya Idul Adha 1447 Hijriah, lapak penjualan kambing kurban di Jalan Raya Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo, diserbu pembeli, Selasa (26/5) malam. 

Penjualan hewan kurban tahun ini pun mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, dari puluhan kambing yang didatangkan, kini hanya tersisa beberapa ekor saja.

Baca Juga: Sapi Kurban Presiden 1,2 Ton Disalurkan ke Wilayah Terpencil Jabon Sidoarjo

Salah satu penjual kambing kurban, Adi Barokah, mengaku dagangannya laris manis dalam beberapa hari terakhir. Pria asal Sidoarjo itu membawa sekitar 50 ekor kambing dari peternakan di wilayah Prambon untuk dijual selama musim kurban tahun ini.

“Kurang lebih bawa 50-an kambing. Alhamdulillah sekarang tinggal lima ekor,” ujar Adi saat ditemui di lapaknya.

Baca Juga: Sapi Kurban 800 Kilogram dari Pemkab Sidoarjo Diserahkan ke Masjid Agung

Menurut Adi, mayoritas pembeli justru datang mendekati Hari Raya Idul Adha. Kondisi tersebut berbeda dibanding tahun lalu yang didominasi pembelian jauh hari sebelum Lebaran.

“Tahun ini dan kemarin hampir sama, alhamdulillah cenderung stabil. Untuk yang tahun kemarin banyak yang beli jauh hari, yang tahun ini banyak yang beli mepet Lebaran,” katanya.

Baca Juga: Semangat Berbagi di Idul Adha 2025, BMH Unit Sidoarjo Salurkan Daging Kurban hingga Desa Terluar dan Terpelosok

Adi menjelaskan, harga kambing yang dijual bervariasi, mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 7,5 juta, tergantung ukuran dan jenis hewan.

“Harganya bervariasi, start mulai Rp 2,5 juta dan yang paling besar harga Rp 7,5 juta. Tergantung besar kecilnya,” jelas pria 33 tahun tersebut.

Baca Juga: Wow, Ini Sapi Kurban Presiden Prabowo di Sidoarjo, Berbobot Satu Ton

Selain kambing biasa, Adi juga menjual domba atau yang populer disebut masyarakat sebagai wedus gibas.

“Sebagian domba, kalau bahasa tren-nya wedus gibas,” imbuhnya.

Untuk memasarkan hewan kurban, Adi tidak hanya mengandalkan penjualan langsung di lapak. Ia juga aktif memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Instagram hingga TikTok untuk menjangkau pembeli lebih luas.

Berjualan kambing kurban sendiri telah dilakoninya sejak beberapa tahun terakhir. Selain mengambil stok dari Prambon, ia biasanya juga mendatangkan kambing dari peternakan di Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Adi menambahkan, pembeli dalam jumlah besar rata-rata berasal dari takmir masjid maupun lembaga pendidikan.

“Rata-rata yang ambil agak banyak dari takmir masjid dan sekolah biasanya,” tuturnya.

Sementara itu sebelumnya, Plt Kepala Bidang Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Sidoarjo, Erwin Priatmoko memastikan kondisi kesehatan hewan kurban di Sidoarjo masih aman dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Hingga saat ini belum ditemukan maupun dilaporkan adanya kasus PMK di Kabupaten Sidoarjo,” kata Erwin.

Ia menjelaskan, Dispaperta telah melakukan vaksinasi PMK terhadap sekitar 5.000 ekor hewan ternak guna mencegah penyebaran penyakit.

“Khusus sapi, vaksin diberikan hingga dua kali untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menekan potensi penyebaran penyakit,” jelasnya.

Selain vaksinasi, pihaknya juga menerjunkan petugas kesehatan hewan ke lapangan untuk melakukan pemantauan langsung ke kandang-kandang milik peternak.

“Petugas kesehatan hewan juga diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan secara door to door ke kandang-kandang milik peternak,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
pembelian Kambing Idul Adha Online Kurban