Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Langka Sejak Pasca Lebaran, Stok Minyakita di KDKMP Magersari Sidoarjo Kosong

Diky Putra Sansiri • Senin, 25 Mei 2026 | 17:07 WIB
LANGKA: Penjaga KDKMP Magersari, Sidoarjo, sedang mengecek stok, Senin (25/5). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
LANGKA: Penjaga KDKMP Magersari, Sidoarjo, sedang mengecek stok, Senin (25/5). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Kelangkaan Minyakita mulai dirasakan warga Sidoarjo. Sejak pasca Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, stok minyak goreng subsidi tersebut kosong di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Magersari, Sidoarjo. Akibatnya, warga dan pedagang beralih ke merek minyak goreng lain yang masih tersedia.

Meski stok Minyakita kosong, antusias warga berbelanja di KDKMP tetap tinggi. Sebab, harga kebutuhan pokok di koperasi tersebut dinilai lebih murah dibanding toko atau pasar di luar.

Baca Juga: Terkendala Lahan, DPRD Sidoarjo Dorong Pemkab Cari Solusi Pendirian Koperasi Desa Merah Putih di Waru

Penjaga KDKMP Magersari, Jumia, mengatakan stok Minyakita sudah lama tidak datang meski pihak koperasi berkali-kali melakukan pemesanan.

“Mulai habis Lebaran mungkin ya. Sudah pesan, tapi kok belum ada,” ujar Jumia kepada Radar Sidoarjo, Senin (25/5).

Untuk memenuhi kebutuhan pembeli, koperasi menyediakan minyak goreng merek lain seperti Masku dan Kunci Mas.

Baca Juga: Terkendala Lahan, Sejumlah Desa di Waru Sidoarjo Belum Bisa Dirikan Koperasi Merah Putih

“Makanya diganti merek Masku sama Kunci Mas,” katanya.

Menurut Jumia, Minyakita menjadi salah satu produk paling dicari warga karena harganya lebih terjangkau dibanding minyak goreng lain. Sebelum kosong, Minyakita kemasan satu liter dijual Rp 18 ribu, sedangkan kemasan dua liter sekitar Rp 38 ribu.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Minta Lokasi Koperasi Merah Putih Harus Strategis

Sementara itu, minyak goreng merek lain dijual dengan harga lebih tinggi. Misalnya Sanco kemasan dua liter seharga Rp 41 ribu dan Kunci Mas satu liter Rp 18 ribu.

“Yang paling laris itu minyak, gula sama beras. Pokok sembako yang paling diminati warga di sini,” jelas perempuan 44 tahun tersebut.

Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih Tawangsari Taman Sidoarjo Dapat Truk, Dua Kendaraan Roda Tiga dan Lima AC untuk Operasional

Tak hanya warga sekitar, sejumlah pedagang juga membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar di KDKMP Magersari.

“Ada juga selain warga. Kemarin banyak yang ambil minyak dalam jumlah besar,” ucapnya.

Selain minyak goreng, sejumlah bahan pokok lain juga menjadi incaran pembeli. Beras SPHP Bulog kemasan lima kilogram dijual Rp 59 ribu. Sementara gula curah Rp 17 ribu per kilogram dan gula kemasan seperti Gulaku dijual Rp 18 ribu.

Harga telur di koperasi tersebut juga lebih murah dibanding harga pasaran. Telur omega dijual Rp 29 ribu per kilogram, sedangkan di luar mencapai Rp 31 ribu.

“Kalau di pasar kemarin katanya Rp 31 ribu, sini masih Rp 29 ribu,” terang Jumia.

Menurutnya, warga cukup terbantu dengan keberadaan KDKMP karena harga barang lebih miring dibanding toko lain.

“Miring, lebih murah dari harga luaran. Mungkin selisih Rp 500 sampai Rp 1.000,” katanya.

Meski jumlah pengunjung harian belum terlalu ramai, aktivitas jual beli di koperasi tetap berjalan setiap hari. Rata-rata ada lima hingga enam pembeli yang datang setiap hari.

“Setidaknya masih ada terus yang beli. Warga senang kalau harganya lebih murah. Pokoknya jangan sampai lebih mahal dari luar,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#kdkmp #Koperasi #Lebaran #merah putih #minyak