RADAR SIDOARJO - Bangunan Pasar Baru Wadungasri di Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, yang bertahun-tahun mangkrak akhirnya disiapkan untuk dihidupkan kembali.
Pemerintah dan DPRD Sidoarjo merencanakan kawasan tersebut menjadi pasar modern empat lantai lengkap dengan fasilitas pendingin ruangan (AC), area belanja nyaman, serta jembatan penghubung dengan pasar lama.
Baca Juga: Mangkrak, Pasar Baru Wadungasri di Sidoarjo Diusulkan Dilanjutkan pada 2027
Konsep baru itu diharapkan mampu menghadirkan wajah pasar rakyat yang lebih modern tanpa menghilangkan keberadaan pasar tradisional yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga.
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Warih Andono mengatakan, pasar baru tersebut tidak akan menggantikan pasar lama. Keduanya justru akan saling terhubung dan berjalan berdampingan.
Baca Juga: Bupati Subandi Usul Pasar Tradisional di Sidoarjo Disediakan WiFi Gratis
“Ya kalau pasar sayur kan sudah ada yang di sebelah sana (pasar lama). Jadi ini nanti ya yang sudah modern ya, sehingga ada connecting,” ujar Warih.
Politisi senior Partai Golkar itu menjelaskan, nantinya akan dibangun akses penghubung berupa jembatan yang menghubungkan pasar modern dengan pasar lama.
Baca Juga: Ini Alasan Pelaku Rusak Makam di Pojok Pasar Taman Sidoarjo
“Jadi ada connecting ke sana, jadi pasar lama, pasar sayur, yang kepingin main di tempat yang dingin, kalau di sini ada AC dan sebagainya kan nyaman, sehingga bisa naik ke sini,” katanya.
Menurut dia, pengunjung nantinya tidak perlu lagi turun ke bawah untuk berpindah area karena akses antarbangunan sudah tersambung langsung.
Baca Juga: HIPMI Sidoarjo Gelar Operasi Pasar Murah di Alun-Alun, Bantu Tekan Harga Sembako saat Ramadan
“Tidak perlu lewat bawah tapi connecting-nya ada,” tambahnya.
Saat ditanya terkait konsep penghubung tersebut, Warih memastikan pasar modern dan pasar lama akan benar-benar terkoneksi.
“Tersambung, jembatan, ada connecting-nya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo Setya Handaka menjelaskan, keberadaan pasar modern tidak akan menghapus aktivitas di pasar lama.
“Pasar yang lama masih tetap ada ya Pak, masih ada jadi sinergi mungkin,” katanya.
Menurut Setya, konsep dual market tersebut disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda dalam berbelanja.
“Kan masyarakat sekarang itu ada yang pengennya pasarnya bersih, ya nanti belanjanya di sebelah sini yang baru,” ujarnya.
Meski demikian, pasar tradisional tetap dipertahankan dengan seluruh aktivitas perdagangan seperti los basah, sayur, hingga daging.
“Kalau yang biasa belanja di pasar tradisional yang mungkin lebih nyaman pasar tradisional walaupun agak sedikit becek dan gitu ya, tapi kita ngikut di masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengaturan teknis nantinya masih akan dibahas bersama tim agar keberadaan pasar modern dan pasar lama bisa berjalan seimbang.
“Tetap diteruskan pedagang kan masih ada pasar, ada sayur, ada daging, los basah dan sebagainya masih tetap ada,” tandasnya.
Dalam perencanaannya, Pasar Modern Wadungasri akan dibangun empat lantai dengan kapasitas sekitar 500 kios. Kehadiran pasar tersebut diharapkan mampu menjadi pusat perdagangan baru yang lebih nyaman sekaligus tetap mempertahankan denyut ekonomi pasar tradisional di kawasan Waru. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista