Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas Pangan dan Pertanina Sidoarjo Siapkan Pompa Air dan Kawal Debit Sungai

Diky Putra Sansiri • Rabu, 13 Mei 2026 | 11:13 WIB
ANCAMAN KEKERINGAN: Lahan pertanian di salah satu kawasan di Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
ANCAMAN KEKERINGAN: Lahan pertanian di salah satu kawasan di Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Ancaman kemarau panjang yang diprediksi lebih ekstrem tahun ini mulai diantisipasi serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

Fenomena yang dijuluki Godzilla El Nino itu dikhawatirkan memicu kekeringan lahan pertanian hingga mengganggu pasokan air di sejumlah wilayah Kota Delta.

Baca Juga: Sidoarjo Bersiap Hadapi Kemarau Lebih Kering, Catat Waktunya

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat dengan memperkuat koordinasi lintas sektor bersama Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo Eni Rustianingsih mengatakan, langkah antisipasi dilakukan sejak dini agar produktivitas pertanian tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.

Baca Juga: Waspada Kemarau Panjang, BPBD Sidoarjo Petakan Wilayah Rawan Kebakaran Lahan

“Kami berkolaborasi dengan teman-teman PUBMSDA untuk mengantisipasi kebersihan sungai dan mengamankan debit air sungai selama musim kemarau,” ujar Eni, Senin (11/5).

Menurutnya, kestabilan debit air menjadi faktor penting untuk menjaga kebutuhan irigasi pertanian, khususnya di wilayah yang selama ini rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau tiba.

Baca Juga: BMKG Juanda Prediksi, Sidoarjo Mulai Masuk Musim Kemarau

Selain koordinasi antarinstansi, Dispaperta juga mengoptimalkan peran penyuluh pertanian lapangan untuk memantau kondisi di daerah rawan kekeringan.

Para penyuluh yang merupakan ASN pusat itu diterjunkan langsung ke lapangan guna memastikan kebutuhan petani tetap terpantau.

Baca Juga: Bantuan Air Bersih Khofifah Mengalir Deras, Ribuan Warga Singosari Tak Lagi Risau Hadapi Kemarau

“Kami mengoptimalkan penyuluh di lapangan untuk koordinasi di wilayah yang sering mengalami kekeringan saat musim kemarau bersama PUBMSDA dan BBWS Brantas,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Dispaperta juga mulai menyiapkan sejumlah pompa air untuk membantu suplai air ke lahan pertanian apabila debit irigasi mengalami penurunan.

“Kami juga menyiapkan pompa-pompa air,” tambah Eni.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi ancaman El Nino berkepanjangan yang diprediksi lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pemkab Sidoarjo juga mulai memanfaatkan dukungan teknologi dan informasi cuaca guna meminimalkan dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) disebut akan turut membantu memberikan informasi cuaca serta dukungan teknologi untuk mendukung langkah mitigasi di lapangan.

“Kami terus melakukan langkah antisipasi agar sektor pertanian tetap aman,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Kemarau #Sungai #kekeringan #panas #pangan