RADAR SIDOARJO - Ada yang unik dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Sidoarjo.
Bukan deretan bus besar atau kepulan asap truk komando yang menjadi pusat perhatian, melainkan iring-iringan 11 unit kereta kelinci yang menyulap jalur protokol Sidoarjo-Surabaya menjadi panggung aspirasi sekaligus wisata keluarga pada Jumat (1/5).
Baca Juga: May Day, Pemkab Sidoarjo Kawal Kuota 5 Persen Anak Buruh Masuk Sekolah Negeri
Pemandangan kontras terlihat saat ratusan buruh berangkat dari Alun-alun Kabupaten Sidoarjo sejak pagi hari. Di balik badan kereta yang warna-warni, duduk mayoritas ibu-ibu buruh dan anak-anak yang tampak antusias mengikuti konvoi menuju Kantor Gubernur Jawa Timur.
Siasat ekonomi dan kenyamanan pemilihan transportasi yang biasanya ditemukan di tempat wisata ini bukan tanpa alasan. Faktor efisiensi biaya melalui sistem patungan (urunan) dan kapasitas muat menjadi pertimbangan utama para buruh.
Baca Juga: Hindari Alun-Alun Sidoarjo, Ada Rekayasa Lalu Lintas May Day 2026
Salah seorang buruh asal Sidoarjo, Ilham, menjelaskan bahwa kereta kelinci adalah solusi taktis untuk membawa massa dalam jumlah besar tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
"Kami memilih sewa kereta kelinci karena bisa muat banyak penumpang. Kan ada atapnya, jadi (ibu-ibu) tidak kepanasan, apalagi banyak ibu-ibu yang sudah tua. Kalau pakai mobil atau bus itu kan tidak bisa menampung sebanyak ini," ujar Ilham di sela persiapan keberangkatan.
Baca Juga: Polresta Sidoarjo Siapkan 1.200 Personel Amankan May Day 2026
May Day bukan sekadar turun ke jalan untuk berteriak lantang, tapi juga momen kebersamaan. Nanik, buruh asal Sidoarjo lainnya, sengaja membawa buah hatinya dalam barisan aksi tersebut.
Baginya, kereta kelinci adalah jalan tengah antara menjalankan kewajiban organisasi dan menjalankan peran sebagai ibu.
Baca Juga: Jelang May Day, Buruh Sidoarjo Minta UMK Naik dan Kuota Afirmasi PPDB Diperluas
"Daripada sendirian di rumah, jadi anak saya sengaja saya ajak ikut ke Surabaya. Hitung-hitung rekreasi naik kereta kelinci," ungkapnya.
Berikut tuntutan yang mereka suarakan:
1. Desakan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang lebih berpihak pada pekerja.
2. Penambahan kuota afirmasi pendidikan bagi anak-anak buruh.
3. Penghapusan sistem kerja outsourcing yang dianggap tidak memberikan kepastian masa depan.
4. Penghapusan syarat-syarat rumit dalam penyaluran bantuan sosial bagi keluarga prasejahtera.
Rombongan yang dikawal ketat oleh aparat Polresta Sidoarjo ini dijadwalkan tiba di Surabaya pada siang hari untuk bergabung dengan ribuan buruh lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista