RADAR SIDOARJO - Upaya menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk bersama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar sharing session bertajuk Penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle): Strategi Menghadapi Tantangan Pengelolaan Lingkungan, Senin (27/4).
Kegiatan yang berlangsung di Mini Theater Lantai 5 GKB 2 Kampus 1 UMSIDA ini menghadirkan para praktisi dan akademisi untuk membahas strategi pengelolaan lingkungan berbasis prinsip 3R.
Baca Juga: DLHK Sidoarjo Tutup TPA Liar di Trompoasri, Dorong Aktivasi TPS 3R
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) antara Tjiwi Kimia dan UMSIDA, serta antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo dengan UMSIDA.
Sejumlah narasumber hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono, Public Affair & License Manager PT Tjiwi Kimia Beny Haryawan, serta Ketua Pusat Studi Lingkungan dan Smart City (PSLSC) UMSIDA, Dr Syamsudduha Syahrorini.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PSLSC UMSIDA ini juga melibatkan berbagai pihak. Seperti Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (LLHPB PDA) Sidoarjo, para dosen peneliti bidang lingkungan, serta mahasiswa.
Direktur Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) UMSIDA, Prof Sigit Hermawan, menegaskan bahwa isu lingkungan menjadi perhatian penting yang harus terus dikaji, khususnya di wilayah perkotaan.
Baca Juga: Sampah 14 Ton Sempat Menumpuk di TPS3R Sedati Gede, Bupati Sidoarjo Perintahkan Pembersihan
“Di UMSIDA, kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi bagian dari program kerja mahasiswa, salah satunya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN),” ujarnya.
Sementara itu, Public Affair & License Manager PT Tjiwi Kimia Beny Haryawan memaparkan berbagai langkah konkret yang telah diterapkan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.
Baca Juga: 200 Bank Sampah di Sidoarjo Aktif Lakukan 3R
“Tidak hanya menerapkan konsep 3R, perusahaan juga mengembangkan program hingga 5R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Replant,”ujarnya.
Menurutnya, program tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Selain itu, penerapan program ini juga berdampak pada peningkatan efisiensi operasional, seperti penghematan penggunaan listrik dan air, serta pengolahan kertas bekas menjadi produk bernilai tambah seperti recycle paper dan brown paper.
Melalui kegiatan ini, para peserta, khususnya mahasiswa, mendapatkan wawasan baru mengenai pentingnya penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, penerapan yang tepat juga mampu mendorong terwujudnya ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
“Kolaborasi antara dunia industri, pemerintah, dan akademisi ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan,” tutup Beny. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista