Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Komisi XIII DPR RI Ikut Panen Jagung di Bekas Lahan Tidur Lapas Porong Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Rabu, 22 April 2026 | 10:48 WIB
PRODUKTIF: Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya, Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, dan Kalapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, panen jagung secara simbolis. (Foto LAPAS KELAS I SURABAYA)
PRODUKTIF: Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya (tiga dari kanan), Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono (tiga dari kiri), dan Kalapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman (dua dari kanan), panen jagung secara simbolis. (Foto LAPAS KELAS I SURABAYA)

RADAR SIDOARJO - Setelah terlelap selama seperempat abad, lahan seluas 5.860 meter persegi di belakang jeruji Lapas Kelas I Surabaya (Lapas Porong Sidoarjo) kini terbangun dengan pemandangan hijau yang menyegarkan.

Bukan sekadar tanaman hias, lahan tersebut kini menjadi simbol kedaulatan pangan setelah berhasil dipanen secara perdana oleh jajaran Komisi XIII DPR RI bersama jajaran Kemenimipas Jatim, Selasa (21/4) sore.

Baca Juga: 441 HP Hasil Razia Lapas se-Jatim Dimusnahkan di Medaeng Sidoarjo

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya yang turun langsung mengenakan caping untuk memetik jagung manis hasil keringat warga binaan, memberikan apresiasi setinggi langit. 

Menurutnya, transformasi lahan tidur ini adalah bukti nyata bahwa Lapas bukan lagi sekadar tempat menghukum, melainkan inkubator produktivitas.

Baca Juga: Lapas Porong Sidoarjo Siapkan Lahan 2 Hektare Ditanam Pepaya California

Willy Aditya menegaskan bahwa apa yang terjadi di Lapas Porong merupakan pengejawantahan visi Presiden Prabowo Subianto yang dieksekusi dengan presisi oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto.

"Ini luar biasa. Pak Agus adalah sosok yang bisa merealisir ide menjadi praktik. Ini menginspirasi banyak hal. Kita bisa melihat bagaimana swasembada pangan berbasis potensi lokal yang dilakukan dengan pendekatan research based," ujar politisi Partai NasDem tersebut.

Baca Juga: Tiga Pegawai Lapas Porong Sidoarjo Terima Penghargaan karena Gagalkan Penyelundupan Narkoba

Ia juga menambahkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari political will yang kuat untuk mengurangi ketergantungan impor, termasuk buah-buahan. 

"Kementerian menggaet ilmuwan dan praktisi. Mereka punya daftar buah apa saja yang masih impor dan itu dikembangkan oleh Pemasyarakatan. Kami Komisi XIII mendorong dari Lapas, kedaulatan pangan bermula," tegas Willy.

Baca Juga: Pererat Silaturahmi, Pegawai Lapas Porong Sidoarjo Gelar Halalbihalal

Kakanwil Ditjenpas Jatim, Kadiyono, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) ini. Baginya, panen ini adalah momen emosional karena ia menyaksikan sendiri prosesnya dari awal.

Baca Juga: Ribuan Napi Lapas Porong Sidoarjo Terima Remisi Idulfitri 2026, Satu Langsung Bebas

"Lahan ini sudah cukup lama tidur, sekitar 25 tahun, dan kita bangkitkan untuk mendukung ketahanan pangan. Tiga bulan lalu saya berdiri di sini untuk penanaman perdana, dan hari ini kita panen. Ini bukan satu kebetulan, pasti sudah diatur Allah SWT," ungkap Kadiyono.

Ia menjelaskan bahwa dari lahan seluas 5.860 meter persegi tersebut, bibit jagung manis sebanyak 2 kilogram mampu bertransformasi menjadi 2,5 ton hasil panen. 

"Ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi soal semangat pemasyarakatan. Kami ingin mengubah mindset, memberikan pelatihan, agar warga binaan berpartisipasi aktif mendukung program pemerintah," tambahnya.

Sementara itu, Kalapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, menjelaskan bahwa kesuksesan panen ini tidak lepas dari kerja keras para warga binaan yang terpilih. Untuk tahap awal, terdapat tujuh warga binaan yang dilibatkan secara intensif.

"Mereka adalah narapidana yang telah menjalani setengah masa pidananya dan sudah melalui tahapan asesmen yang ketat. Mayoritas adalah narapidana kasus pidana umum," jelas Sohibur ke Radar Sidoarjo, Rabu (22/4).

Sohibur mengaku bangga karena program ini mendapat dukungan langsung dari legislatif pusat. Ia berharap program ini tidak berhenti di satu siklus panen saja, melainkan terus berkelanjutan.

"Kami bangga Ketua Komisi XIII hadir langsung. Harapannya, program ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama yang berada di sekitar Lapas Porong," tandasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Porong #Lahan #Panen #DPR RI #Lapas